< >

Mantan Mata-Mata Rusia Tewas Diracun

Jum'at, 24 November 2006 17:01
Kapanlagi.com - Mantan mata-mata Rusia Alexander Litvinenko meninggal di rumah sakit Kamis malam (23/11/06), tiga pekan setelah ia diracuni di London.

Litvinenko meninggal di University College Hospital pukul 21:21 waktu setempat (Jumat, 04:21 WIB), setelah kondisinya terus memburuk, kata jurubicara rumah sakit.

"Tim medis di rumah sakit tersebut menyatakan telah melakukan segala tindakan yang mungkin guna menyelamatkan nyawanya," kata Jim Down, yang membacakan suatu pernyataan.

Polisi mengatakan mereka akan menyelidiki keadaan seputar bagaimana Litvinenko, yang mereka katakan berusia 43 tahun, jatuh sakit.

"Masalahnya sedang diselidiki sebagai kematian yang tak dapat dijelaskan," kata polisi dalam suatu pernyataan.

Litvinenko, pengeritik Presiden Rusia Vladimir Putin sakit setelah bertemu dengan dua warganegara Rusia di satu hotel.

Ia sedang menyelidiki pembunuhan wartawan Rusia Anna Politkovskaya, yang juga pengeritik lantang terhadap Putin. Politskovskaya ditembak hingga tewas di apartemennya di Moskow pada 7 Oktober.

"Bajingan itu mendapatkan saya. Tetapi mereka tak dapat membekuk semua orang," katanya dalam wawancara terakhirnya dengan seorang teman dan pembuat film Anrei Nekrasov, sebelum jatuh pingsan.

Komentar tersebut disiarkan oleh surat kabar Times dalam terbitan Jumat.

Polisi anti-terorisme Inggris dikerahkan untuk menyelidiki kasus itu setelah para dokter pekan lalu memastikan bahwa penyakitnya disebabkan oleh racun.

Teman-teman Litvinenko menuduh Kremlin mendalangi komplotan untuk meracuni dia, tapi Rusia telah membantah tuduhan tersebut sebagai "omong kosong".

Satu sumber dalam delegasi Rusia yang menyertai Putin, yang kini berada di Helsinki untuk pertemuan tingkat tinggi Rusia-Uni Eropa, menggambarkan nasib mantan mata-mata Rusia itu sebagai tragis.

"Itu adalah tragedi kemanusiaan. Orang itu diracuni. Tetapi tuduhan ke arah Kremlin sangat tak dapat dipercaya, mereka terlah bodoh untuk dikomentari oleh Presiden atau siapa saja dari pihak Rusia," kata sumber tersebut kepada wartawan Kamis malam, sebelum berita kematian Litvinenko tersiar. (*/rit)