"Saya tak dapat pergi karena bandar udara ditutup. Jika bikan hari Ahad, maka saya akan pergi," kata Talabani kepada wartawan.
Ia sebelumnya dijadwalkan bertolak ke Teheran, Sabtu, untuk bertemu dengan timpalannya dari Iran Mahmoud Ahamadinejad guna membahas situasi di Irak.
Talabani berbicara setelah pertemuan dengan Dewan Politik bagi Keamanan Nasional, yang meliputi anggota senior parlemen di negeri tersebut, untuk menyelesaikan krisis yang sedang berkecamuk.
"Ini untuk pertama kali kami berbicara bahwa kami terbuka dan kami juga menegaskan perlunya bagi semua pihak di parlemen untuk dapat ikut," katanya. Ia tampaknya merujuk kepada kelompok Sunni yang mengeluh telah disisihkan.
Bandar udara Baghdad telah ditutup sejak Kamis malam, setelah larangan keluar rumah sepanjang waktu tanpa batas yang ditentukan diberlakukan di ibukota Irak menyusul serangan bom yang merenggut paling banyak korban jiwa di wilayah Syiah, Kota Sadr, sehingga menewaskan tak kurang dari 202 orang.
Pemboman tersebut menyusul pemlabasan dari kelompok Syiah di Baghdad. Anggota milisi menjadi tempat ibadah sebagai sasaran, dan personil keamanan mengatakan mereka khawatir banyak orang tewas. (*/cax)