Pasukan Israel menewaskan bocah laki-laki Palestina yang berusia 10 tahun dan seorang petempur di Jalur Gaza, kata beberapa pejabat rumah sakit, sementara tentara Yahudi bergerak maju dalam serangan besar di wilayah tersebut, dengan tujuan terutama untuk "menghentikan pejuang Palestina menembakkan roket ke dalam negara Yahudi".
"Semua faksi Palestina telah memperlihatkan kesediaan ... untuk menghentikan penembakan roket dari Jalur Gaza sebagai imbalan bagi komitmen Israel untuk menghentikan agresi," kata Haniyeh kepada wartawan di Kota Gaza. Ia merujuk kepada HAMAS dan empat kelompok lain pejuang Palestina.
"Penanganan kasus ini secara positif akan mengarah kepada tercapainya ... ketenangan dan kestabilan di wilayah ini, tapi jika kaum pendudukan (Israel) ingin melanjutkan agresinya, rakyat kami takkan memiliki pilihan lain kecuali berpegang pada hak mereka untuk membela diri dengan kemampuan yang mereka miliki," kata Haniyeh.
Berbagai faksi Palestina di Jalur Gaza, Kamis malam, menawarkan akan menghentikan serangan roket kalau Israel mengakhiri aksi militer di Jalur Gaza dan wilayah pendudukan Tepi Barat Sungai Jordan.
Israel menampik tawaran itu
"Jika faksi teror Palestina, HAMAS, Jihad Islam, menghentikan kegiatan teror mereka dari Jalur Gaza, Israel takkan mempunyai alasan atau peluang untuk beroperasi di Jalur Gaza," kata wanita jurubicara pemerintah Israel Miri Eisin.
Haniyeh menyatakan kalau Israel menerima baik persyaratan bagi gencatan senjata mengenai penembakan roket yang telah disepakati oleh kelima kelompok Palestina, makin banyak faksi bersenjata dapat menerima kesepakatan itu juga.
Namun kelompok Komite Perlawanan Rakyat, tak lama setelah Perdana Menteri Palestina tersebut mengeluarkan komentarnya, menyatakan anggotanya yang bersenjata di Jalur Gaza menembakkan dua roket ke arah Israel guna membalas pembunuhan bersenjata Kamis terhadap tiga pejuangnya, termasuk seorang komandan senior.
Israel memulai serangannya pada Juni, setelah pejuang Palestina dari Jalur Gaza menangkap seorang prajurit Israel dalam serangan lintas-perbatasan.
Israel telah menewaskan hampir 400 orang Palestina, separuh dari mereka warga sipil, selama serangannya. Tiga orang Yahudi juga telah tewas.
Faksi-faksi Palestina telah sering menembakkan roket ke dalam wilayah Israel dalam beberapa tahun belakangan ini dan telah meningkatkan pemboman mereka sejak awal agresi Israel ke Jalur Gaza, kadang-kala lebih dari 12 kali dalam sehari.
Serangan semacam itu jarang merenggut korban jiwa dan tak semuanya mendarat di dalam wilayah Israel, tapi pejuang Palestina dalam satu tahun terakhir telah mampu membuat roket yang lebih canggih, yang lebih mematikan dan memiliki jarak jelajah lebih jauh. (*/cax)