"Kami telah menangkap seorang warga Afghanistan dan menemukan dua kilogram peledak berkekuatan tinggi serta 29 alat pengatur waktu miliknya," kata pejabat senior kepolisian Abdul Qadir Thabo pada jumpa pers.
Tersangka itu pergi menyeberangi perbatasan dari provinsi Paktia, Afghanistan, untuk mengirim peledak ke kontak-kontak lokalnya di Quetta, ibukota Baluchistan, yang dilanda serangkaian ledakan bom tahun ini, katanya.
Dua orang lagi, seorang Pakistan dan seorang Afghanistan, juga ditangkap kemudian di Quetta setelah tersangka yang ditangkap pertama itu memberikan informasi mengenai mereka kepada polisi, katanya.
"Peledak itu diselundupkan ke Quetta untuk melancarkan serangan-serangan teroris," kata Thabo.
Sebagian besar kekerasan di Baluchistan, daerah yang paling terlucuti di Pakistan, dihubung-hubungkan dengan orang-orang suku yang menuntut otonomi.
Provinsi itu tegang sejak militer membunuh seorang kepala suku pemberontak pada 26 Agustus. (*/rit)