Inggris Bantu Rusia Usut Kematian Mantan Anggota KGB

Kapanlagi.com - Inggris meminta Moskwa menyerahkan setiap keterangan miliknya, yang dapat membantu penyelidikan polisi Inggris atas kematian bekas mata-mata dinas rahasia Soviet KGB Alexander Litvinenko, kata wanita jurubicara departemen luar negeri hari Jumat (24/11/06).

"Pejabat membicarakan kematian Litvinenko dengan Dutabesar Rusia sore ini. Keadaan sekarang lebih gawat dengan kematian Litvinenko," kata wanita juru bicara itu kepada kantor berita Inggris Reuters.

"Duta besar itu diminta menyampaikan kepada yang berwewenang in Moskwa memberikan keterangan apa pun mereka mungkin punya, yang dapat membantu polisi dalam penyelidikannya," katanya.

Satuan khusus darurat pemerintah Inggris COBRA bertemu dua kali Kamis malam semalam dan yang ketiga pada Jumat untuk membicarakan kematian bekas mata-mata KGB, kata kantor kabinet sebagai tanda peningkatan kegelisahan tentang perkara itu.

COBRA, singkatan dari Ruang Santiaji A Kantor Kabinet, lubang perlindungan tempatnya biasa bersidang, adalah panitia keamanan dan politisi utama, polisi dan kepala intelijen, yang hanya bersidang saat keadaan genting.

Kantor kabinet itu menyatakan Menteri Dalam Negeri John Reid memimpin sidang hari Jumat bertemu dan Menteri Polisi dan Keamanan Tony McNulty juga hadir dalam pertemuan tersebut.

COBRA bersidang saat komplotan untuk meledakkan pesawat penumpang digagalkan pada Agustus. Ia bersidang pada 7 Juli tahun lalu, saat empat pembom bunuh diri meledakkan jaringan angkutan London dan pada 21 Juli, ketika diduga ada empat lagi percobaan serupa.

Pejabat Inggris menyatakan bekas mata-mata Alexander Litvinenko mengidap "sejumlah besar" radiasi di badannya dari unsur langka radioaktif Polonium 210.

Ia meninggal Kamis malam sesudah tiga minggu sakit dan menuduh Presiden Rusia Vladimir Putin sebagai pelakunya dalam pernyataan, yang dibacakan sesudah kematiannya.

Putin membantah keterlibatan Kremlin dan mengatakan kematian itu dipakai sebagai "penghasutan politik".

Litvinenko ialah satu dari sekelompok lawan Putin, yang bercokol di London, termasuk hartawan Boris Berezovsky dan pemberontak Chechen.

Litvinenko, warganegara Inggris sejak bulan lalu, jatuh sakit 1 November sesudah bertemu dengan bekas mata-mata lain Rusia di hotel London dan seorang cendekiawan Italia di warung makan sushi (makanan Jepang) di tengah kota.

Mantan mata-mata Rusia itu muncul di Moskow untuk mengakui bahwa ia menemui Litvinenko di hotel London dengan dua orang lain Rusia pada hari ia tiba-tiba jatuh sakit.

Laki-laki itu, Andrei Lugovoy, mengatakan kepada koran Rusia bahwa mereka membicarakan "usaha".

Lugovoy menemui diplomat Inggris di Moskwa pada Kamis dan mengatakan akan menjawab setiap pertanyaan polisi tentang masalah itu.

Polisi anti-teror Inggris, yang menyelidiki perkara itu, menyatakan petugas bisa pergi ke Rusia untuk berbicara dengannya.

Akibat diplomatik urusan itu sulit diramalkan.

Negara Eropa bergantung pada Rusia pimpinan Putin dalam gas alam dan menanam modal besar di perusahaan minyak di sana.

Putin merupakan sekutu Barat melawan Islam garis keras sejak serangan 11 September 2001 terhadap Amerika Serikat.

Tetapi hubungan itu menegang beberapa tahun terahir akibat tuduhan pemerintah Barat bahwa Moskwa jatuh ke kesewenang-wenangan. (*/rit)

©2003-2007 KapanLagi.com