Helikopter AS Tembaki Rombongan Pemakaman Irak
Kapanlagi.com - Helikopter Amerika Serikat menembaki rombongan pemakaman di Bagdad, satu dari puluhan kegiatan serupa sesudah pemboman menghancurkan di kota Sadr hari Kamis, sebagai tanggapan atas tembakan upacara, kata Kementrian Dalam Negeri Irak.Pejabat kementerian itu menyatakan dua orang cedera akibat serangan udara hari Jumat itu, yang terjadi sesudah pelayat menembak ke udara. Sebelumnya, beberapa penduduk dan anggota parlemen Syiah melaporkan bentrokan antara kelompok bersenjata dengan balatentara pimpinan Amerika Serikat di kota Sadr, kubu pejuang Tentara Mehdi di ibukota Irak tersebut. Jurubicara balatentara Amerika Serikat mengatakan tidak bisa menanggapi berita tentang gerakan khusus, tapi serdadu negara adidaya itu membantu tentara dan polisi Irak melaksanakan jam malam, yang diberlakukan sesudah serangan atas kota Sadr hari Kamis, yang menewaskan lebih dari 200 orang. Balatentara Amerika Serikat sering dituduh menggunakan kekuatan berlebihan dan serampangan di Irak, kendati komandannya menyatakan persoalannya kini ditangani lebih sungguh-sungguh dan jumlah pembunuhan secara salah menurun. Lima warga Irak tewas dan belasan cedera akibat serangan darat dengan dukungan udara Amerika Serikat di kota Syiah Sadr pada ahir Oktober tengah malam. Sejumlah sumber mengatakan kepada kantor berita Jerman DPA bahwa balatentara Amerika Serikat menutup jalan masuk dan keluar kota Sadr pada tengah malam serta melancarkan serangkaian penggeledahan dan penangkapan di kota itu. Sumber lain menambahkan bahwa sedikit-dikitnya, lima orang tewas dan belasan lagi cedera akibat serdadu itu menggunakan pesawat untuk membom kota tersebut dan memakai jenis senjata kecil dan menengah. Perdana Menteri Irak Nuri Maliki kemudian menyatakan yang terjadi di kota Sadr adalah malapetaka dalam penggalangan antara pasukan Irak dengan tentara antarbangsa. Maliki mengatakan, "Kami akan meminta penjelasan dan mengaji yang terjadi di kota Sadr dengan pasukan sekutu untuk meyakinkan bahwa kejadian serupa tak terjadi lagi." Sumber serdadu Amerika Serikat sebelumnya menyatakan pasukan khusus Angkatan Darat Irak melancarkan serangan atas perintah pemerintah Irak di kota Sadr untuk menangkap pemimpin puncak kelompok pejuang, yang melakukan kegiatan luas di seluruh Bagdad. Dalam serangan itu, serdadu Irak tersebut ditembaki dan minta bantuan dari pesawat sekutu, katanya. Balatentara Amerika Serikat pada ahir bulan sama menembak mati empat petugas pemadam kebakaran Irak sesudah salah menafsir bahwa satu kendaraan pemadam dibajak pejuang. "Sesudah menerima pesan bahwa satu truk pemadam dan awaknya baru saja dibajak, pasukan sekutu menghentikan kendaraan seperti yang digambarkan itu," kata pernyataan tentang kejadian di Falujah, Irak barat, itu. Saat petugas pemadam tak bersenjata itu keluar kendaraan mereka, balatentara Amerika Serikat menembaki dan membunuhi mereka, sesudah mengira mereka sebagai pejuang bersenjata. "Tersangka pejuang itu ternyata adalah petugas pemadam kebakaran, yang menanggapi panggilan. Nomor truknya tidak sesuai dengan yang dibajak. Keempat petugas di kendaraan itu tewas," kata pernyataan tersebut. Pada ahir Mei, badan keamanan gabungan Amerika Serikat-Irak menyatakan serdadu negara adidaya itu "tanpa sengaja" membunuh dua wanita akan ke rumahsakit bersalin di utara Bagdad. Berita kematian itu muncul sehari sesudah perdana menteri Irak mengatakan kepada Reuters bahwa kesabarannya menipis akibat "permakluman" balatentara Amerika Serikat bahwa mereka membunuhi rakyat "tanpa sengaja". Tentara Amerika Serikat juga ditekan atas laporan bahwa Marinir negara itu membunuh 24 warga di kota Haditha dalam serangan tanpa sebab bulan November 2005. Warga Irak mengeluhkan serdadu Amerika Serikat di pos penjagaan terlalu cepat menembak pada kendaraan, yang mendekat, sehingga dapat menjatuhkan korban warga tak bersalah. (*/rit) |