< >

Polisi Sambut Positif Pemindahan Napi Narkoba ke Kerobokan

Sabtu, 25 November 2006 20:44
Kapanlagi.com - Pihak Polda Bali menyambut positif dipindahkannya sepuluh narapidana (napi) kasus narkoba dari Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kerobokan, Kabupaten Badung, ke Lapas Pamekasan Madura, Jawa Timur.

"Kita sambut positif langkah yang telah diambil pihak Lapas, sehubungan napi yang dipindah tersebut selama ini sering berbuat ulah, antara lain berada di luar tembok penjara sembari mengedarkan kembali narkoba," kata Direktur Narkoba Polda Bali Kombes Pol Edison Pandjaitan, di Denpasar, Sabtu.

Ia menyebutkan, akibat ulah para napi yang sulit diatasi, Lapas Kerobokan belakangan ini tak ubahnya bagai sebuah pasar yang berfungsi sebagai tempat transaksi dan jual beli narkoba.

"Lapas telah dijadikan `pasar` oleh jaringan pengedar narkoba. Tidak saja itu, Lapas juga telah berubah fungsi menjadi arena `diklat` atau `sekolahan` bagi para pelanggar narkoba," kata Kombes Edison, geram.

Sebagai "sekolahan", para napi yang tercatat keluar dari Lapas, malah kemudian menjadi pelaku kasus narkoba yang lebih cerdik di lapangan.

"Mereka menjadi lebih cerdik setelah keluar dari `sekolahan`, baik dalam mengelabui petugas maupun menyembunyikan barang terlarang," kata Edison dengan menambahkan, kenyataan ini sangat memprihatinkan.

Dirnarkoba mengaku sangat prihatin melihat "fungsi" Lapas yang telah bergeser seperti itu. "Lapas yang seharusnya dapat memperbaiki sifat orang keliru menjadi baik, malah pada kenyataan sebaliknya," ujar Edison.

Mengenai napi yang tertangkap berada di luas Lapas sembari mengedarkan narkoba, Edison mengungkapkan, selama dua tahun terakhir telah 18 napi berhasil dijaring dengan barang bukti yang tidak hanya ratusan ekstasi tetapi juga heroin, sabu-sabu dan ganja.

Selain napi, lanjut dia, pihaknya juga menangkap tiga sipir yang terlibat dalam jaringan pengedar narkoba di "pasar" yang berada dalam Lapas Kerobokan.

Kepala Lapas Kerobokan Ilham Djaya, mengakui kalau selama ini ada sejumlah sipir dan napi yang "jalan-jalan" di luar tembok penjara.

Dikatakan, hal seperti itu bisa terjadi setelah petugas Lapas mendapat tekanan yang cukup keras di lapangan.

"Petugas kami selama ini telah mendapat tekanan yang begitu keras dari para napi yang tergabung dalam sebuah "gang" di dalam Lapas," kata Kalapas Ilham menjelaskan.

Kalapas menyebutkan, "gang" yang ada di dalam Lapas selama ini dicurigai sebagai komplotan napi pengedar narkoba.

Ia menyebutkan, tekanan yang dilakukan "gang" terhadap petugas sipir di Lapas Kerobokan, sesungguhnya telah berlangsung sejak cukup lama.

Akibatnya, petugas sipir sering "menutup mata" melihat aksi kawanan tersebut, yang antara lain meminta paksa untuk keluar kompleks bertembok tinggi itu.

Guna mengurangi jumlah anggota "gang" yang bikin kacau itu, kata Ilham, pihaknya secara berangsur-angsur akan memindahkan para napi yang sangat sulit diatur.

Kesepuluh napi yang dipindahkan ke Lapas Pamekasan Madura pada Jumat (24/11) lalu itu, adalah para terpidana mulai dari empat hingga 15 tahun penjara dalam kasus narbaba. (*/erl)