Jenderal Sonthi Boonyaratglin mengatakan dia akan melakukan perundingan pada Selasa dan kembali ke Bangkok di hari yang sama.
"Ini bukanlah suatu kunjungan resmi, saya akan pergi dan bicara mengenai bagaimana mereka dapat membantu kita," katanya kepada wartawan.
Malaysia adalah salah satu negara pertama yang menjadi tujuan kunjungan luar negeri bagi Perdana Menteri --yang dipilih militer--Surayud Chulanont setelah dia menjabat pada bulan lalu.
Aksi kekerasan yang telah berlangsung selama hampir tiga tahun di propinsi yang mayoritas berpenduduk Muslim di Thailand selatan mengakibatkan 1.600 orang meninggal dan mengakibatkan tegangnya hubungan dengan dengan Malaysia.
Pemerintah Surayud telah mencoba auntuk memperbaiki hubungan dan mengadopsi lebih banyak pendekatan perdamaian, setelah bertahun-tahun diberlakukan kebijakan tangah besi oleh Perdana Menteri yang digulingkan Thaksin Shinawatra.
Namun, kekerasan terjadi bulan lalu, termasuk sebuah serangan bom dan granat di sekolah pekan lalu.
Daerah itu merupakan kesultanan merdeka yang dicaplok oleh Thailand yang mayoritas beragama Budha pada 1902. Aksi kekerasan rutin terjadi sejak saat itu.
Pemberontak separatis dari etnis Melayu dan kelompok kejahatan terutama dipersalahkan sebagai penyebab kekacauan yang terjadi beberapa waktu terakhir di daerah itu.
Kunjungan itu merupakan lawatan ke luar negeri ke dua yang dilakukan Sonthi dalam dua pekan.
Pekan lalu dia berkunjung ke Pakistan untuk bertemu dengan Presiden Pervez Musharraf, yang juga mengambilalih kekuasaan melalui kudeta pada 1999. (*/lpk)