Zelikow (52) telah bertugas sebagai penasehat Menteri Luar Negeri sejak 2005, dan menggambarkan pekerjaannya sebagai pencari terobosan diplomatik dalam penanganan sebagian masalah paling sulit yang telah dihadapi pemerintah Presiden George W. Bush.
Ia melakukan beberapa kunjungan ke Irak dan menulis memo sangat rahasia kepada Rice untuk memperingatkan bahwa Amerika Serikat bergerak ke arah bencana kalau tidak dapat menghasilkan rencanan pembangunan kembali yang logis bagi negeri tersebut, kata wartawan Washington Post, Bob Woodward, pengarang buku "State of Denial".
Dalam surat pengunduran diri kepada Rice, yang salinannya diperoleh AFP, Zelikow mengajukan alasan pribadi dan keluarga karena ia ingin kembali mengajar sejarah dan urusan masyarakat di University of Virginia mulai Januari.
"Saya mengambil keputusan ini dengan penuh penyesalan," katanya.
"Ada masa yang menantang dan banyak yang harus dikerjakan. Tetapi saya tahu bahwa anda sudah melihat tantangan itu dan peluangnya juga," katanya.
Zelikow bertugas di Dewan Keamanan Nasional pada masa jabatan presiden George Bush pertama dan belakangan menjadi anggota dewan penasehat intelijen luar negeri presiden saat ini.
Ia tampil sebagai Direktur Pelaksana Komisi 9/11, yang melapor mengenai kegagalan masyarakat intelijen untuk mencegah serangan Al-Qaeda 2001 di New York dan Washington.
Dalam surat pengunduran dirinya, Zelikow berterima kasih kepada Rice karena memberi dia "peluang yang luar biasa untuk menyumbangkan apa yang dapat saya berikan mengenai banyak masalah yang sangat penting". (*/cax)