"Kami berencana tampil bersama saat defile di Asian Games Doha dan pejabat olahraga dari Korea Utara dan Selatan tampaknya akan bertemu untuk memutuskan detil akhirnya," kata pejabat dari Kementrian Penyatuan melalui telepon.
Setelah memasuki stadion bersama-sama pada awal pertandingan, Korea Utara dan Selatan akan bertanding sebagai tim yang berbeda di Doha, seperti yang pernah dinyatakan ofisial lain.
Korea Selatan juga telah mengatakan kepada Korea Utara, bahwa Selatan bersedia untuk segera melakukan pembicaraan mengenai bentuk tim gabungan di Olimpiade, kata pejabat Kementrian Penyatuan yang meminta agar namanya tidak disebutkan.
Secara teknis masih berkutat dengan perang, karena Perang Korea 1950-1953 diakhiri dengan gencatan senjata dan bukan perjanjian damai, Korea Utara dan Selatan pertama kali berpikiran untuk tampil secara bersama sebagai tim di Olimpiade Tokyo 1964, tetapi kesengitan dan ketegangan militer selama bertehun-tahun menghalangi gagasan itu.
Awal bulan ini, Korea Utara mengatakan, berkeinginan untuk mengembalikan usaha mewujudkan proyek kerjasama olahraga yang telah tertunda dalam suasana tegang saat Seoul menekan Pyongyang untuk menentang Korea Utara, diantaranya uji coba misil mereka, Juli.
Membentuk tim gabungan akan sulit. Korea Selatan, yang memiliki program pembiayaan olahraga yang lebih baik dan atlet kelas dunia yang lebih banyak, sebisa mungkin ingin memiliki tim yang kompetitif.
Korea Utara mengatakan ingin mengisi tim gabungan dengan atlet-atlet yang setara dari Korea Utara dan Selatan.
Korea Utara dan Selatan telah melakukan defile bersama di beberapa Olimpiade terakhir, termasuk Olimpiade Musim Dingin di Turin, tetapi bersaing dalam tim yang berbeda. (*/cax)