Gedung Putih: Perang Irak Telah Memasuki Tahap Baru

Kapanlagi.com - Konflik di Irak telah memasuki tahap baru, terperosok ke dalam bentrokan antar-aliran, demikian pernyataan Gedung Putih, Selasa, saat Presiden AS George W. Bush memulai kunjungan ke Eropa dan Timur Tengah.

"Kita jelas berada pada tahap baru, yang ditandai oleh peningkatan bentrokan antar-aliran ini," kata Penasehat Keamanan Nasional AS Stephen Hadley.

"Itu mengharuskan kita, tentu saja, menyesuaikan diri dengan tahap baru tersebut," kata Hadley, tanpa memberi perincian.

Lonjakan bentrokan antar-aliran yang meletus Februari dan satu serangan terhadap tempat ibadah Syiah di Samarra, kata Hadley.

Sementara itu Bush tiba di ibukota Estonia, Tallinn, Senin malam, untuk mengadakan pembicaraan dengan para pejabat Estonia, pada persinggahan pertamanya dalam kunjungan ke Eropa dan Timur Tengah yang diduga didominasi oleh konflik di Irak dan Afghanistan.

Pemimpin AS tersebut Selasa dijadwalkan mengadakan pembicaraan dengan Presiden Estonia Toomas Hendrik Ilves dan Perdana Menteri Andrus Ansip, sebelum terbang ke Riga di tetangga Estonia, Latvia, Selasa sore --tempat ia direncanakan disambut oleh Presiden Vaira Vike-Freiberga.

Pembicaraanya dengan para pemimpin Baltik dan NATO kelihatannya diselimuti oleh perkembangan di Afghanistan, tempat NATO sedang memerangi aksi perlawanan sengit dalam operasi darat terbesarnya, dan di Irak --yang berada di ambang perang saudara.

Bush diduga akan mendesak para pemimpin NATO, yang memiliki 26 anggota, agar mengalokasikan lebih banyak dana dan sarana militer di negara yang dicabik perang, Afghanistan, di tengah kekhawatiran bahwa rakyat Afghanistan dapat berpaling ke Taliban --faksi santri yang digulingkan dari kekuasaan lima tahun lalu-- jika pembangunan kembali berjalan terlalu lamban.

Ia meninggalkan Riga, Rabu, menuju Jordania dan mengadakan pembicaraan dengan Perdana Menteri Irak Nuri Al-Maliki, pada persinggahan yang ditambahkan di jadwalnya sementara kerusuhan bertambah sengit.

Sebelumnya penasehat senior Menteri Luar Negeri AS Condoleezza Rice, Philip Zelikow (52) --yang mengajukan pengunduran diri-- memperingatkan Amerika Serikat bergerak ke arah bencana kalau tidak dapat menghasilkan rencana pembangunan kembali yang logis bagi Irak. (*/cax)

©2003-2007 KapanLagi.com