< >

Jalan Tol Surabaya-Gempol Ditutup, Penumpang KA Meningkat

Selasa, 28 November 2006 12:59
Kapanlagi.com - Arus penumpang Kereta Api (KA) menunjukkan tren meningkat sejak ditutupnya jalan tol Surabaya-Gempol, dampak ledakan pipa gas Pertamina dan luapan lumpur Lapindo Brantas Inc beberapa waktu lalu.

"Memang ada peningkatan. Besarnya sekitar tujuh persen dari biasanya," kata Humas PT Kereta Api Indonesia (KAI) Daerah Operasi (Daops) VIII Surabaya, Sudarsono, Selasa (28/11/06).

Peningkatan arus penumpang KA itu, diantaranya diindikasikan dengan banyaknya penumpang di sejumlah stasiun yang biasanya sepi.

Bahkan, KA Malang Ekspres jurusan Surabaya Malang PP yang biasanya okupansinya relatif kecil, kini bisa pada kisaran 30-40 persen.

Menurut dia, rata-rata jumlah penumpang KA dari sejumlah stasiun di wilayah PT KAI Daops VIII antara 12-13 ribu per hari. Namun, dengan ditutupnya jalan tol Surabaya-Gempol, khususnya ruas jalan tol Porong, meningkat sekitar tujuh persen.

Menyinggung upaya pengamanan jalur KA di kawasan Porong, Sidoarjo, Sudarsono mengemukakan bahwa pengamanan jalur KA di kawasan itu menjadi prioritas utama, sebab jika jalur KA di kawasan itu terendam lumpur maka dampaknya akan lebih parah lagi.

"Arus lalu lintas di Porong saat ini sudah sangat padat, sedangkan jalan tol ditutup. Karena itu, jalur KA harus dipertahankan dengan berbagai upaya. Pokoknya kita pertahankan `sampai titik darah penghabisan," ucapnya dengan nada berkelakar.

Untuk mengamankan jalur KA di kawasan Porong, PT KAI saat ini terus mengintensifkan pengawasan dan pemeliharaan. Jika sebelumnya pemeriksaan hanya dua kali sehari, kini ditingkatkan minimal dua jam sekali.

"Pengamanan jalur KA di kawasan Porong ini tidak hanya komitmen kami, jajaran PT KAI Daops VIII, tapi juga merupakan komitmen nasional," tuturnya menambahkan. (*/rit)