"Kalau misalnya wisatawan bepergian selama tujuh hari, satu hari saja mereka menyisihkan waktu ke Bangka sudah cukup. Atau satu dari tujuh wisatawan yang berlibur ke Jakarta juga berkunjung ke Bangka Belitung," kata Gubernur Hudarni Rani, Kamis (30/11).
Bila daerah itu mempromosikan objek wisata dan adat budaya masyarakat hingga keluar negeri hasilnya belum akan terlihat dalam waktu singkat sementara biaya yang dibutuhkan relatif besar.
Ia menyatakan lebih realistis bila pelaku pariwisata menjaring wisatawan yang sudah berada di Jakarta agar mau berkunjung ke Bangka Belitung. Dengan penerbangan selama 50 menit dari Jakarta dan jadwal pesawat mulai pagi hingga malam menjadi daya tarik dan kemudahan bagi wisatawan yang datang ke bumi serumpun sebalai itu.
Wisatawan asing dan nusantara yang berkunjung ke pulau Bangka hingga akhir Oktober 2006 telah mencapai angka 100 ribu orang, didasarkan data kedatangan penumpang jalur udara dan laut serta tamu-tamu yang menginap di berbagai hotel dan resor.
Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata kota Pangkalpinang, Drs. Akhmad Elvian MSi, menyatakan, animo wisatawan terutama nusantara berkunjung ke pulau Bangka dari waktu kewaktu makin meningkat, dan iven pariwisata yang digelar juga makin banyak.
Wisatawan yang datang ke pulau Bangka biasanya datang untuk melihat pesta keagamaan dan budaya seperti Pe Chun, sembahyang kubur, barongsai dan menikmati keindahan pantai pasir padi, parai dan Tanjung Pesona.
Selain itu, wisatawan juga berasal dari peserta konvensi, expo dan eksibision yang mulai sering digelar didaerah itu.
Pasar bagi wisatawan nusantara ke Bangka adalah warga pulau Jawa dan propinsi tetangga di Sumbagsel, sementara untuk wisatawan asing adalah orang yang memiliki keterkaitan sejarah seperti China, Hongkong, Taiwan, Singapura dan Belanda.
"Kalau Belanda kan ada situs seperti Makam Kerkhoff dan peninggalan bersejarah lainnya. Awal bulan ini saja puluhan wisatawan Belanda datang bernostalgia melihat kuburan orang tuanya serta tempat-tempat yang mereka pernah singgahi dulunya ketika masih kecil-kecil," ujarnya.
Kepala Dinas Pariwisata Bangka Yan Megawandi, menyatakan peningkatan wisatawan ke Bangka tidak terlepas dari makin baiknya pengelolaan objek wisata, murahnya biaya transportasi udara serta bertambah banyaknya kegiatan setelah Bangka dan Belitung menjadi propinsi sendiri.
Wisatawan yang datang ke Bangka biasanya sangat terkesan melihat keindahan pantai parai dan resornya yang memiliki pemandangan indah serta batu-batu alam ukuran besar yang muncul dipermukaan pantai dan pinggiran pantai.
"Batu-batu itu seakan-akan disusun dan dan dibentuk, padahal semua berasal dari alam, hingga banyak wisatawan yang jadi terpesona," ujarnya.
Di parai ini, wisatawan bisa bermain jet ski, ke pulau batu (Rock island), memancing serta menikmati keindahan pasir laut dan deburan ombak. (*/lpk)