Para ofisial olahraga terkemuka dari kedua negara yang secara teknis masih terlibat perang, bertemu di ibukota Qatar menjelang Asian Games untuk melanjutkan pembicaraan olahraga yang mandek berbulan-bulan karena percobaan senjata nuklir Korea Utara.
Mereka sepakat para atlet akan berparade dibawah bendera warna putih dan biru "bendera penyatuan" saat upacara pembukaan Asian Games, tapi akan bertanding secara tim terpisah, tulis kantor berita Yonhap mengutip ofisial Komite Olimpiade Korea Selatan di Doha.
Sekitar 150 atlet dari Selatan dan 120 asal Utara akan berparade bersama dibawah satu nama "Korea" dan lagu rakyat tradisional "arirang," kata mereka.
Kedua negara sebelumnya berparade bersama saat upacara pembukaan dan penutupan sebanyak tujuh kali pada berbagai event olahraga internasional sejak Olimpiade Sydney 2000.
Mereka sudah dua kali menurunkan tim penyatuan dalam event internasional, - kejuaraan sepakbola dunia dan kejuaraan dunia tenismeja, keduanya pada awal 1990-an, tapi belum pernah dengan tim serupa di Olimpiade dan Asian Games.
Para ofisial olahraga itu juga membahas tim penyatuan untuk Olimpisde 2008, tapi gagal menghilangkan perbedaan, kata pejabat KOC yang minta namanya tidak disebutkan kepada Yonhap.
Mereka menjadwalkan bertemu lagi Jumat pagi, katanya.
Kedua Korea sebelumnya sepakat secara prinsip untuk menurunkan tim tunggal, tapi tidak sepakat mengenai cara menyeleksi. Korea Utara menandaskan itu harus berdasarkan catatan prestasi atlet, sementara Utara menginginkan berdasarkan kesamaan representasi.
Kendati ketegangan meningkat akibat percobaan nuklir Utara pada 9 Oktober, tapi pembicaraan Kamis itu diawali dalam suasana damai.
"Pada saat ini suasananya lebih baik ketimbang waktu lalu. Tapi begitu kami terlibat pembicaraan, kepentingan kami jadi tidak sejalan, jadi saya tidak mudah memprediksi hasilnya," kata ketua KOC Kim Jung-Kil. (*/cax)