< >

Alga Merah Berpotensi Menjadi Bahan Baku Kertas

Jum'at, 01 Desember 2006 22:22
Kapanlagi.com - Departemen Kelautan dan Perikanan akan membudidayakan rumput laut alga merah (Ptilophora sp) di kawasan Nusa Lembongan, Lombok, sebagai alternatif bahan baku pembuatan kertas.

Direktur Jendral Perikanan Budidaya, Made L Nurdjana di Jakarta, Jumat mengatakan, budidaya rumput laut jenis alga merah yang dilakukan di bawah pengawasan Balai Budidaya Laut (BBL) Lombok itu diharapkan dapat menggantikan bubur kertas yang dihasilkan dari kayu.

"Dengan adanya bahan baku alga merah, diharapapkan dapat menyelamatkan penebangan pohon sehingga hutan kita terselamatkan," kata Made dalam jumpa pers di kantornya.

Kelebihan alga merah, kata Made, pengolahannya menjadi bubur kertas sangat sederhana dan penetralannya tidak menimbulkan limbah.

"Untuk mengolahnya menjadi pulp menggunakan bahan kimia yang mudah netral seperti kaporit dan peroksida sebagai pemutih dan tungku ekstraksi sederhana untuk menghancurkan bahan mentah," katanya.

Alga merah di Indonesia pertama kali ditemukan di Bali. Pemilihan Lombok sebagai lokasi awal budidaya alga merah, kata Made, karena kondisi ombak yang tidak terlalu besar dan relatif dekat dengan Bali.

Made mengatakan, untuk mengembangkan alga merah menjadi bahan baku kertas, kini pihaknya bekerjasama dengan seorang pakar dari Korea Selatan bernama Churl Hak You.

"Dia yang menemukan alga merah bisa menjadi bahan baku kertas menggantikan pulp dari kayu dan sudah mengucurkan dana sebesar US$9.000 untuk budidaya di Lombok," katanya.

Harapannya, kata Made, dengan keberhasilan pembudidayaan alga merah itu, pada 2007 Indonesia dapat bekerjasama dengan Korea mendirikan pabrik pengolahan alga merah di kawasan Lombok.

"Nantinya jika budidaya alga merah ini berhasil, masyarakat di daerah juga bisa mengembangkan dengan bantuan kredit dari perbankan," demikian Made. (*/lpk)