Dalam pernyataan bersama kedua pemimpin yang transkripnya diterima ANTARA, Jumat (01/12), Presiden Bush menjelaskan mereka telah menerima laporan dari Komite Bersama percepatan pengalihan tanggung jawab keamanan dan berharap komite itu akan terus bekerja dengan baik.
"Kami sepakat bahwa reformasi kementerian dan badan-badan keamanan di Irak serta penyelesaian isu-isu terkait dengan milisia harus dipercepat," kata Bush yang bertemu PM Maliki di Amman, Yordania.
Solusi utama untuk stabilisasi Irak dan pengurangan kekerasan adalah rekonsiliasi nasional yang utuh serta pasukan Irak yang loyal dan mampu melindungi seluruh rakyat Irak.
Dalam kesempatan itu, Bush juga menyatakan mereka sepakat untuk mengambil langka-langkah yang diperlukan untuk menghukum pihak yang bertanggungjawab atas serangan pekan lalu di Kota Sadr.
"PM juga berjanji akan menghukum mereka yang bertanggung jawab atas kejahatan yang terjadi menyusul penyerangan itu," kata Bush.
Bush menambahkan diskusi mereka dilakukan untuk mengkaji perkembangan di Irak, dengan fokus utama pada situasi keamanan dan kekhawatiran terhadap kekerasan antar sekte yang membawa korban penduduk Irak yang tidak bersalah.
"Terkait ini, PM Maliki menjanjikan komitmen pemerintahnya untuk mendorong upaya rekonsiliasi nasional dan pentingnya seluruh penduduk Irak dan kekuatan politik Irak untuk bekerjasama melawan kelompok bersenjata yang melakukan kekerasan dan intimidasi," kata Bush.
PM juga menjanjikan untuk memperbaiki efisiensi pemerintahan, terutama untuk memberantas korupsi dan memperkuat penegakan hukum. (*/lpk)