< >

Pasukan Terakhir Italia Tinggalkan Irak

Sabtu, 02 Desember 2006 11:56
Kapanlagi.com - Italia menarik pasukan terakhirnya dari Irak, Jumat, dan menurunkan bendera tiga warna di pangkalannya di Irak selatan, dimana 32 prajurit Italia tewas sejak kontingen negara tersebut tiba pada Juni 2003.

Menteri Pertahanan Italia Arturo Parisi membacakan nama-nama prajurit Italia yang tewas, termasuk agen rahasia Nicola Calipari yang tewas ditembak oleh pasukan AS pada Maret 2005 ketika ia mengawal seorang sandera yang dibebaskan menuju bandara Baghdad.

"Pengorbanan anda tidak sia-sia," kata Parisi mengenai prajurit-prajurit yang tewas itu. "Kami akan selalu mengenang anda."

Di bawah pemerintahan mantan Perdana Menteri Silvio Berlusconi, sekutu dekat Presiden AS George W. Bush, Italia menempatkan kontingen terbesar keempat dalam pasukan koalisi di Irak, atau sekitar 3.000 prajurit, yang ditempatkan di wilayah selatan negara itu.

Namun, misi tersebut sangat tidak populer di Italia dan pemimpin oposisi Romano Prodi mengatakan bahwa jika terpilih, ia akan menarik pasukan itu keluar dari Irak pada akhir tahun ini. Prodi menang dalam pemilihan umum pada April.

Italia, yang pada Jumat hanya memiliki 44 prajurit yang masih berada di Nassiriya, menyerahkan wewenang atas daerah itu kepada pasukan Australia.

"Kami telah membuat provinsi Dhi Qar lebih stabil dan aman," kata Jendral Carmine De Pascale. "Pemerintahan berjalan dan kondisi sosial-ekonomi meningkat."

Pada November 2003, 17 prajurit dan dua warga sipil Italia tewas dalam serangan bunuh diri yang menggunakan sebuah tanker bahan bakar di pangkalan mereka, sebuah insiden yang mengubah opini publik di Italia atas keterlibatan negara itu dalam perang di Irak. (*/cax)