Pemungutan Suara Ditutup Dalam Pemilu Babak Kedua di Bahrain

Kapanlagi.com - Pemungutan suara pada babak kedua pemilihan anggota kotapraja dan parlemen Sabtu malam (02/12/06) di Bahrain, di tengah seruan bagi dari masyarakat pengusaha bagi kestabilan politik di negara yang menghadapi ancaman kuat perpecahan antara pemeluk Syiah dan Sunni.

Menurut laporan awal, sebanyak 58.000 dari 96.000 pemilih yang memenuhi syarat di 16 konstituante, tempat pemungutan suara telah berlangsung untuk babak kedua, telah memberi suara mereka, kata seorang pejabat pemilihan umum.

Kelompok oposisi Syiah terbesar di Bahrain, Masyarakat Islam Al-Wafaq, meraih mayoritas di parlemen setelah 16 dari 17 calonnya meraih kursi pada babak pertama pemilihan anggota parlemen 25 November.

Tiga belas anggota parlemen Sunni yang mewakili Ikhwanul Muslimin dan gerakan Salafi juga terpilih, sehingga kubu Islam memiliki posisi kuat di parlemen.

Oposisi, yang kebanyakan terdiri atas anggota Al-Wafaq dan Masyarakat Aksi Demokratis atau Waad (Janji), berharap akan menambah kuat posisinya di majelis rendah parlemen, yang memiliki 40 anggota, dengan memasukkan lima calonnya yang masih bersaing dalam memperebutkan sebelas kursi yang tersedia.

Masyarakat pengusaha --yang sudah khawatir dengan peningkatan kekuatan kubu Islam-- menyeru para pemenang agar menjauhkan ekonomi dari pergolakan politik internal.

Ketua Kamar Dagang dan Industri Bahrain (BCCI) Esam Fakhro mengatakan Kamar Dagang tersebut mendukung adanya oposisi yang memiliki wakil di parlemen untuk tujuan mendorong kestabilan dan penanaman modal asing.

"Kestabilan politik akan tercermin secara positif pada bidang ekonomi, dan prioritas mesti diberikan bagi pengembangan ekonomi dan mendorong penanaman modal," katanya.

Pemilihan umum tahun ini adalah yang pertama dalam sejarah Bahrain bahwa semua kelompok politik diperkenankan bersaing secara resmi, dan enam partai pura-pura ikut meramaikan persaingan tersebut.

Rakyat Bahrain pergi ke tempat pemungutan suara dua kali dalam empat tahun sejak pemilihan umum nasional dilaksanakan pada 2002.

Sabtu (25/11) rakyat Bahrain, termasuk oposisi pimpinan Syiah, berkumpul untuk memilih anggota parlemen kedua pasca-pembaruan dalam pemungutan suara babak pertama, di tengah tuduhan mengenai rencana untuk mempertahankan warga mayoritas Syiah tetap tak terwakili di kerajaan tersebut.

Hasil dari pemungutan suara babak kedua diperkirakan diperoleh dalam beberapa jam. (*/rit)

©2003-2007 KapanLagi.com