Sekitar US$290 miliar, termasuk 254 miliar untuk operasi militer, dialokasikan untuk perang dalam anggaran 2006, yang ditutup 30 September, kata laporan Kantor Anggaran Kongres (CBO) yang diungkapkan 22 September.
Badan Riset Kongres memperkirakan biaya US$319 miliar, yang merupakan 73 persen dari pengeluaran AS untuk `perang terhadap teroris` yang diluncurkan setelah serangan 11 September 2001 terhadap gedung kembar New York, AS.
Kongres menyepakati US$70 miliar untuk `perang terhadap teror` dalam anggaran pertahanan tahun 2007, yang termasuk kira-kira US$50 miliar untuk konflik Irak, yang menyebabkan pengeluaran selama tiga setengah tahun mencapai US$350 miliar.
Seorang senator dari partai Demokrat mentakan bulan lalu, bahwa Departemen Pertahanan akan mengajukan anggaran tambahan US$127 miliar untuk menutup perang Irak dan Afghanistan, suatu jumlah yang akan mengakibatkan biaya `perang terhadap teror` mencapai US$500 miliar.
Pengajuan dana baru akan membuat `perang terhadap teror` semakin mahal bagi AS daripada pengeluaran Washington selama Perang Vietnam yang berakhir pada tahun 1975.
Badan Riset Kongres mengatakan dalam satu laporan September lalu, bahwa biaya perang di Irak akan terus menaik dalam tahun ini sampai mencapai US$8 miliar sebulan, dibandingkan US$6,4 miliar sebulan pada tahun lalu. (*/rit)