
"Saya menilai media kita sudah keterlaluan, terlalu memojokkan dan sudah menghukum Yahya Zaini," katanya di Gedung DPR/MPR Jakarta, Selasa (05/12/06).
Ali Mochtar menjelaskan, pemberitaan yang berulang-ulang dengan menampilkan gambar saat tuduhan perbuatan asusila itu di televisi sebagai tindakan sangat memojokkan dan menghukum. "Saya ingin Yahya Zaini melakukan pembelaaan," katanya.
"Sebaiknya Yahya Zaini jangan diam saja. Dia harus bicara," kata anggota Fraksi Bintang Pelopor Demokrasi (BPD) itu.
Menurut dia, kasus ini belum tentu seperti apa yang digambarkan oleh media massa saat ini karena Yahya Zaini belum menyampaikan pernyataan. Yahya Zaini belum membuka rahsia ke publik untuk mengimbangi apa yang disampaikan Maria Eva.
"Siapa tahu di antara mereka sudah menikah. Pengakuan mereka belum menikah itu baru dari pihak Maria Eva. Apalagi yang namanya menikah tidak harus ada bukti surat nikah," katanya.
Dia menyatakan, hal yang tidak boleh dilupakan dari kasus ini adalah perlunya kepolisian mengusut siapa pengedar rekaman itu. "Jangan hanya fokus kepada kedua orang itu. Tetapi juga mengusut pengedar rekamannya," katanya.
Mengenai pernyataan anggota Fraksi PDIP Permadi agar kasus perselingkuhan banyak terjadi di Gedung DPR, Ngabalin mendesak agar Permadi membeberkan bukti-bukti yang bisa dipertanggungjawabkan. (*/rit)
Lihat Profil: Maria Eva