
"Tidak ada alasan khusus kenapa saya pergi ke sana. Hanya saja saya suka sekali dengan suasana Hongkong dan Jepang," jelas Agnes. Biasanya Agnes merayakan Natal dan tahun baru di dalam negeri. Pasalnya di waktu semacam itu Agnes terikat dengan berbagai aktivitas kerja.
Saat merayakan Natal, ritual yang biasa dilakukan Agnes adalah pergi ke gereja pada jam 12 untuk kebaktian.
"Jadi bagi aku natal dan tahun baru bukan untuk senang-senang. Tapi untuk membuat renungan, walau renungan itu selalu aku lakukan tiap hari, tidak hanya waktu Natal saja," ujarnya.
Untuk persiapan menyambut Natal, Agnes menyatakan telah siap secara hati sejak awal tahun.
"Untuk menyatakan siapa secara iman tidak hanya pada bulan Desember saja. Karena permasalahan hadir tiap waktu, kapan saja. Jadi kalau dikatakan siap, saya sudah siap sejak bulan Januari sampai Desember, dan berjalan begitu terus," tandasnya.
Agnes juga mengaku bukan tipe orang yang partyholic dengan merayakan natal secara besar-besaran. Berkumpul dan ngobrol dengan keluarga menjadi hal yang special di waktu Natal. Bahkan ia mengaku telah dua tahun ini tidak membuat pohon Natal. Dan Natal tahun dirasa sebagai paling spesial dengan adanya rekomendasi untuk go internasional, tidak hanya dikawasan Asia saja tapi seluruh benua. (kl/wwn)