
"Memang semalam akhirnya saya bisa istiahat, walau tidurnya agak larut malam. Sebab hari yang ditunggu pun tiba dan gambaran masa depanku sudah terpancar. Sehingga perasaan takut dan sedih itu menghampiri saya," ucapnya sebelum mengikuti sidang pada KapanLagi.com, di Pengadilan Negeri Jakarta Utara, Senin (11/12).
Bahkan Lidya juga resah saat membayangkan berapa lama hukuman yang akan diajukan oleh jaksa. Ia hanya pasrah atas semua tuntutan, sambil menyerahkan hal tersebut pada hukum yang berlaku.
"Ya, ngga kebayang sama sekali hukuman yang nanti diterima. Saya jalani dulu aja. Lagian saya capek mengikuti sidang," lanjutnya.
Jelang tuntutan, ia selalu berkomunikasi dengan mamanya, yang sebelumnya dituntut hukuman mati, di rumah tahanan Pondok Bambu. Bahkan Lidya menilai, tuntutan terhadap mamanya terlalu tinggi.
"Tuntutan pada mama sudah cukup tinggi. Saya nggak tahu apa yang mesti diperbuat selain berdoa. Mama bilang, berani berbuat, berani bertanggung jawab," imbuhnya lirih. (kl/opa)