Advertisement
 
Rabu, 13 Desember 2006 14:45
2007, Flu Burung Lebih Berbahaya Dari HIV/AIDS
Kapanlagi.com - Penyakit flu burung pada tahun 2007 nanti lebih berbahaya dari penyakit HIV/AIDS, karena penyakit yang disebabkan unggas tersebut bisa menular kemungkinan tidak saja lewat jalur-jalur biasa.

Hal itu disampaikan Prof. DR Haryono Suyono MA,PHD ketika memberi makalah pada diskusi mengenai strategi operasional peningkatan indeks pembangunan manusia dengan pendekatan pembangunan manusia Indonesia di Palembang, Rabu (13/12/06).

Menurut dia, penyakit flu burung bisa menular Kemungkinan tidak saja lewat jalur-jalur biasa.

Contohnya ada petani yang punya ayam dan unggas lainnya terindikasi penyakit flu, namun sayang kalau unggas tersebut dimatikan padahal itu berbahaya.

"Kalau memang kena flu ayamnya itu ya sudah dimatikan (dimusnahkan--red)," katanya. Ia juga mengakui, kalau dulu yang menjadi "momok" adalah penyakit HIV/AIDS.

Ia mengatakan, kalau penyakit HIV/AIDS mempunyai masa inkubasi antara 7 tahun sampai 10 tahun, sedangkan penyakit flu burung cepat sekali begitu kena sekarang, mungkin seminggu lagi sudah meninggal dunia.

Untuk antisipasi penyakit berbahaya itu maka pada tahun 2007 nanti harus berhati-hati. "Penyuluhan dan segala macam tentang flu burung harus sangat intensif dan jangan lengah," ujarnya.

Sementara mengenai indeks pembangunan manusia ia menyatakan, pemberdayaan di bidang kesehatan prioritas utama adalah umur harapan hidup panjang, turunkan angka kematian ibu, bayi dan anak, flu burung, HIV/AIDS, malaria dan lain-lain.

Untuk pemberdayaan di bidang pendidikan prioritas utama adalah tuntaskan pendidikan dasar kesetaraan gender keluarga miskin, muda, anak usia 0-15 tahun, katanya.

Adapun yang perlu diperbaiki harus ada penajaman sasaran, kesatuan sasaran dari ketiga pokok tadi yakni manusia, kewirausahaan dan lingkungan.

Yang kedua harus ada kesepakatan dari seluruh stakeholders untuk mengukur keberhasilannya dari unsur manusia, dan ketiga bahwa penanganan ini tidak saja menyangkut pimpinan keluarga atau kepala keluarga yang tergolong miskin, tambahnya. (*/rit)









 

©2003-2007 KapanLagi.com