< >

PTPN XI Targetkan Produksi Gula 432.000 Ton Pada 2007

Kamis, 04 Januari 2007 19:20
Kapanlagi.com - PT Perkebunan Nusantara (PTPN) XI yang mengelola 16 pabrik gula, menargetkan produksi sekitar 432.000 ton pada musim giling 2007, lebih baik dari produksi 2006 yang mencapai 405.000 ton.

Associate Corporate Secretary PTPN XI Adig Suwandi kepada wartawan di Surabaya, Kamis (04/01), menjelaskan meski kemarau panjang masih menjadi ancaman, namun pihaknya akan mengantisipasi untuk mencapai target produksi tersebut.

"Produksi gula musim 2006 memang mengalami sedikit penurunan dibanding 2005 sekitar 409.000 ton. Ini tidak lepas dari kondisi cuaca yang kurang mendukung, meski sejumlah pabrik gula mampu berproduksi melebihi target," ujarnya.

PTPN XI selama ini memberikan kontribusi sekitar 18% dari total produksi gula nasional yang tahun 2006 mencapai 2,3 juta ton.

Pada 2006 lalu, luas areal pengusahaan tanaman tebu PTPN XI lebih kurang 39.400 hektar, dimana 82% diantaranya merupakan tebu rakyat. Sementara kapasitas giling yang dimiliki 16 pabrik gula sekitar 34.000 ton per hari.

"Kami perkirakan luas areal budidaya tebu tahun 2007 ini akan meningkat. Gairah petani untuk menanam tebu terus meningkat setiap tahun sebagai dampak membaiknya harga gula," tambah Adig.

Selain mengoperasikan 16 pabrik gula, PTPN XI juga mengelola satu pabrik karung goni dan plastik, satu pabrik etanol dan empat rumah sakit yang tersebar di beberapa wilayah Jatim.

Sementara itu, data yang dihimpun dari Dinas Perkebunan Jatim menyebutkan produksi gula di wilayah setempat selama 2006 mencapai 1,099 juta ton lebih dengan rendemen 7,27%, atau melebihi target yang ditetapkan sebesar 1,048 juta ton.

Meningkatnya produktivitas dan rendemen itu merupakan keberhasilan program akselerasi tebu yang pelaksanaannya melalui program bongkar ratoon dan lainnya.

Sejumlah pihak mengkhawatirkan hasil produksi gula pada 2007 yang diprediksi mengalami penurunan sebesar 12 sampai 15%, akibat kemarau panjang dan tertundanya musim tanam tebu.

Dinas Perkebunan dan instansi terkait berupaya melakukan sosialisasi kepada petani agar tidak cemas dan terlalu khawatir atas hasil budidaya tebunya. (*/lpk)