< >

Restrukturisasi Garuda Diharapkan Selesai Sebelum Akhir Semester I 2007

Kamis, 04 Januari 2007 23:03
Kapanlagi.com - Restrukturisasi terhadap BUMN PT Garuda Indonesia baik menyangkut utangnya maupun restrukturisasi perusahaan diharapkan sudah dapat diselesaikan sebelum akhir semester I 2007.

"Mengenai time frame-nya, kita usahakan secepatnya, mungkin kita usahakan sebelum akhir semester pertama 2007 mudah-mudahan sudah dapat diselesaikan," kata Menneg BUMN Sugiharto usai rapat koordinasi terbatas membahas Garuda di Gedung Departemen Keuangan Jakarta, Kamis (04/01).

Ia menyebutkan, saat ini pemerintah dan Garuda baru melakukan pembahaan mengenai berbagai parameter dalam program restrukturisasi itu seperti menyangkut kriteria dan definisi mitra strategis yang akan dilakukan.

"Jadi kita belum memutuskan siapa strategic partnernya, kita baru membahas kriteria calon strategic partner seperti apa, time frame-nya, dan strategi untuk restrukturisasi utangnya," katanya.

Mengenai strategi restrukturisasi utang, menurut dia, antara lain dibahas bagaimana harus menghadapi kreditor yang berbeda-beda karakternya untuk kemudian dilanjutkan dengan tahapan negosiasi.

Pemerintah juga membahas kriteria umum, kriteria operasional, kriteria keuangan calon mitra strategis yang akan dipilih. Dari kriteria keuangan tentu akan dipilih yang memiliki kredibilitas dan kemampuan keuangan yang memadai.

"Sementara dari sisi operasional tentu akan dipilih yang memiliki keahlian dan pengalaman dalam bisnis penerbangan, dan dari kriteria umum tentu dipilih yang tidak punya interest negatif terhadap Garuda," katanya.

Menurut dia, pemerintah belum sampai kepada tahap memilih investor yang tertarik, namun pemerintah tengah mengupayakan berbagai langkah yang biasanya juga dilakukan oleh perusahaan-perusahaan yang juga melakukan restrukturisasi utang dan restrukturisasi perusahaan.

Mengenai pertemuan dengan pihak kreditor Garuda, Sugiharto menjelaskan, saat ini masih dalam suasana natal dan tahun baru sehingga kreditor masih libur sehingga pemerintah atau Garuda belum mendapat masukan dari mereka.

Menurut dia, dalam rangka restrukturisasi perusahaan, Komite Privatisasi juga masih akan bersidang kemungkinan Senin pekan depan sehingga persetujuan resmi harus menunggu keputusan Komite Privatisasi.

"Setelah disetujui Komite Privatisasi maka kita harus konsultasi ke DPR karena ini kemungkinan akan menyangkut kombinasi antara mitra operasi dan mitra strategis. Setelah itu beres baru dibuat Peraturan Pemerintah (PP) yang mengatur bagaimana penyertaan modal negara (PMN) dilakukan, jadi harus ada PP-nya," jelasnya.

PT Garuda Indonesia saat ini mengalami kesulitan likuiditas karena memiliki utang senilai US$791 juta, terdiri atas US$510 juta di antaranya utang kepada Export Credit Agency (ECA), US$130 juta ke pemegang surat utang (promissory notes) berbasis di Singapura, dan sisanya ke Bank Mandiri, PT Angkasa Pura (AP) I dan PT AP II.

Sementara kondisi keuangan Garuda hingga November 2006 yang belum diaudit adalah masih merugi Rp309 miliar atau lebih baik dari periode yang sama tahun 2005 sebesar Rp672 miliar. Hingga akhir tahun 2006 diperkirakan masih rugi sekitar Rp400 miliar.

Sedangkan total pendapatan hingga November 2006 mencapai Rp9.804 miliar atau menurun dibanding periode yang sama tahun 2005 Rp10.000 miliar, total biaya operasi Rp10.466 miliar atau lebih kecil dari tahun 2005 Rp10.764 miliar.

Rugi operasi hingga November Rp663 miliar atau menurun dibanding tahun 2005 Rp764 miliar, other income/expenses Rp352 miliar atau jauh lebih besar dari tahun 2005 Rp93 miliar, sehingga rugi sebelum pajak tahun 2006 Rp311 miliar dan tahun 2005 Rp672 miliar. (*/lpk)