< >

Jumlah Pelanggan Seluler di Indonesia Naik 25% Pada 2007

Kamis, 04 Januari 2007 23:29
Kapanlagi.com - Jumlah pelanggan seluler di Indonesia pada 2007 diproyeksikan mencapai 80 juta nomor, meningkat dari tahun 2006 sebanyak 64 juta.

"Tahun ini pelanggan industri bisa mencapai 80 juta, antara lain dipicu bertambahnya jumlah operator seluler," kata Direktur Marketing Indosat, Wahyu Wijayadi, pada acara "Mentari Seru", di Jakarta, Kamis (04/01).

Menurut Wahyu, peta industri seluler pada tahun 2007 akan diwarnai munculnya pemain baru yang telah memiliki izin atau lisensi nasional.

Kondisi tahun ini akan semarak menyusul munculnya pemain baru atau mengantongi izin nasional, yaitu PT Bakrie Telecom, PT Mobile-8, dan dua operator berlisensi layanan seluler generasi ke-3 (PT Hutchidua operator yang mengantongi 3G yakni Natrindo dan Hutchinson.

"Jika tahun 2006 didominasi layanan suara (voice) dan layanan pesan singkat (SMS), maka sekarang giliran layanan tambahan yang didukung teknologi," ujar Wahyu.

Menghadapi hal itu, diutarakannya, Indosat akan melakukan penajaman posisi produk yaitu layanan suara untuk prabayar Mentari, SMS untuk prabayar IM3, dan layanan internet kecepatan tinggi (internet broadband), layanan 3G, internasional roaming bagi pasca bayar Matrix.

Ia menjelaskan, pada akhir 2006 pelanggan seluler Indosat mencapai sekitar 16 juta pelanggan, terdiri atas 95% pelanggan prabayar, selebihnya pascabayar.

"Tahun 2007 kita berharap terdapat penambahan pelanggan sebanyak 5-6 juta nomor," ujar Wahyu.

Mengenai program Mentari Seru, ia menjelaskan layanan ini merupakan kemasan baru Mentari yang lebih komplit dengan fitur seru Freetalk-nya, seru tarif hebat ber-5 dan seru GPRS-nya.

"Mulai saat Mentari sudah dapat mengaktifkan GPRS, meski sejak Juli 2006 teknologi sudah bias digunakan," kata Group Head Intergrated Marketing and Loyalty Indosat, Guntur Siboro.

Untuk layanan GPRS, lanjutnya, pelanggan tidak perlu takut akan kemampuan jaringan Indosat yang terbukti tidak mengalami gangguan pada akhir tahun 2006 hingga menjelang awal 2007.

"Saat itu (Idul Adha, dan memasuki Tahun Baru 2007), jaringan Indosat mampu menghantarkan sektiar 92 juta SMS per hari," kata Guntur.

Sedangkan untuk pemilihan program tarif hebat ber-5, menurut Guntur, dari hasil suatu survey internasional terbukti bahwa dari 3 miliar pengguna GSM di dunia, dan 60 juta di Indonesia rata-rata pelanggan hanya menghubungi 5 nomor setiap hari.

"Program tarif hebat ber-5 ini diperluas tidak terbatas ke pelanggan Mentari tetapi ke sesama produk Indosat. Demikian juga area diperluas menjadi nasional," katanya.

Soal dampak program Mentari Seru terhadap rata-rata pendapatan per pelanggan (ARPU) blended, Indosat, Wahyu menjelaskan, akan terjadi penurunan sekitar 5-10 persen pada 2007 dari akhir 2006 yang mencapai Rp60.000 per bulan.

"Penurunan tersebut juga berlaku pada industri seluler di tanah air," jelas Wahyu. (*/lpk)