Pekerja swasta bidang keamanan tersebut diculik di Irak Selatan hampir tujuh pekan lalu.
Rekaman itu, yang bisa dilihat di lokamaya ORF Austria, memperlihatkan sandera dalam keadaan sehat.
Salah satunya mengatakan mereka tidak akan dibebaskan sampai semua tahanan pasukan Amerika Serikat dan Inggris di Irak dibebaskan.
Pada 16 November, sandera bekerja untuk perusahaan Crescent Security asal Kuwait itu mengawal iringan kendaraan di Safwan, dekat kota Basra, Irak Selatan.
Saat melakukan tugas, mereka ditangkap dan diculik sekelompok orang, yang mengenakan seragam polisi.
Rekaman sandera dimulai dengan teks bahwa penculik adalah Brigade Forkhan, Kelompok Perlawanan Nasional Islam di Irak, dan tanggal tertera pada rekaman itu adalah 21 atau 22 Desember.
Empat sandera diperlihatkan satu persatu, duduk dan berbicara langsung ke kamera.
Sandera pertama laki-laki setengah baya menyebut diri John R Young.
"Saya berusia 44 tahun. Saya dari kota Kansas, Missouri. Tanggal saat ini adalah 21 Desember 2006. Saya baik-baik, teman saya baik-baik dan kami diperlakukan dengan baik," katanya.
Sementara itu, John Cote dari Buffalo, New York, mengingatkan, "Saya tidak akan dibebaskan sampai semua tahanan di penjara Amerika Serikat dan Inggris dibebaskan."
Selanjutnya, seorang laki-laki berusia lebih muda berkata, "Saya Bert Nussbaumer, berkewarganegaraan Austria dan bekerja di bidang pengamanan swasta di Crescent Security."
Kementerian Luar Negeri Austria sebelumnya mamastikan bahwa Nussbaumer (25 tahun) dilaporkan diculik.
Setelah itu adalah Josh Munz (23 tahun), warga California, yang mengaku mantan marinir Amerika Serikat.
"Saya bergabung dengan korps marinir pada 2001 dan keluar pada 2005. Setelah keluar dari korps marinir, saya bekerja di bidang usaha bangunan, yaitu membuat kolam renang," katanya.
"Pada Juli 2006, saya mulai bekerja di Crescent Security, Kuwait, dan saya tidak tahu berapa lama saya sudah disandera, tapi hari ini adalah 21 Desember 2006," katanya.
Satu orang lain direkam tanggal 22 Desember dengan latar belakang tanaman bunga.
"Halo, saya Paul Johnson Reuben. Saya cuma ingin agar keluarga tahu bahwa saya baik-baik saja," katanya.
Pasukan gabungan pimpinan Amerika Serikat di Irak menyatakan menyelidiki beberapa petunjuk, namun belum menemukan tempat penyanderaan atau yang bertanggungjawab.
Beberapa kelompok perlawanan Islam atau nasional bergiat di Irak, bersama milisi aliran politik, regu keamanan korup serta kelompok kejahatan, yang menculik sandera untuk mendapatkan uang tebusan. (*/lpk)