< >

Rekontruksi Gedung Sekolah Masih Jadi Nomor Dua

Jum'at, 05 Januari 2007 09:18
Kapanlagi.com - Rekonstruksi terhadap gedung sekolah terutama sekolah dasar (SD)/Madrasah Ibtidaiyah (MI) pascagempa di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) masih jauh dari harapan. Terbukti masih banyak gedung sekolah yang rusak berat atau roboh dan rusak sedang maupun rusak ringan belum ditangani optimal oleh pemerintah.

"Penanganan rekonstruksi gedung sekolah khususnya SD/MI masih jauh dari harapan dibanding rekonstruksi terhadap rumah penduduk korban gempa," kata Ketua Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (F-PKS) DPRD DIY, M Wajdi Rahman, Jumat.

Ia menyebutkan, dari sekitar 685 unit gedung SD/MI di DIY yang hancur atau rusak berat, pemerintah daerah baru mampu membangun sebagian. "Itu belum termasuk gedung SMP dan SMA/SMK yang menjadi tanggungan pemerintah pusat," katanya.

Sementara itu, selain kerugian materiil akibat robohnya atau rusaknya gedung sekolah, bencana gempa bumi 27 Mei 2006 juga menyebabkan kerugian potensi sektor ekonomi.

Dia menilai pemulihan sektor ekonomi pascagempa juga masih jauh dari harapan. Seperti di sektor UMKM (Usaha Mikro, Kecil dan Menengah), anggaran dana untuk pemulihan sektor UMKM sekitar Rp47 miliar, tetapi hanya mampu diserap sekitar Rp20 miliar, atau baru 42 persennya.

"Ini sungguh ironis, di saat UMKM membutuhkan dana, namun dana yang ada tidak termanfaatkan optimal," katanya.

Menurut dia, kondisi tersebut menunjukkan bahwa pemerintah bekerja sangat lamban dan kurang peka terhadap penanganan bencana. "Lambannya penanganan itu tidak terlepas dari kualitas kinerja pemerintah," kata Wajdi.

Oleh karena itu, menurutnya, ke depan perlu dilakukan perubahan, di antaranya perbaikan kualitas penyelenggaraan pemerintahan terutama dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat. "Aspek profesionalisme dalam bekerja sebagai aparat pelayan masyarakat harus ditingkatkan," katanya. (*/rsd)