< >

Keluarga Korban Masih Keluhkan Sikap Adam Air Makassar

Jum'at, 05 Januari 2007 11:20
Kapanlagi.com - Keluarga korban penumpang pesawat Adam Air KI 574 yang hilang di wilayah Sulawesi Senin (1/1) asal Manado dan Gorontalo terus mengaluhkan sikap maskapai penerbangan Adam Air Makassar.

Mereka menilai pihak Adam Air tidak peduli dengan kondisi keluarga korban yang berada di Makassar. Terutama bagi mereka yang mulai jatuh sakit. "Harusnya pihak Adam Air bukan hanya menyediakan fasilitas penginapan, tapi juga posko kesehatan. Karena semua keluarga korban saat ini kondisinya mulai menurun," kata Feri, salah seorang keluarga korban dari Manado.

Ia mengungkapkan sejumlah sikap cuek Adam Air sejak kedatangan keluarga korban ke Makassar. Diantaranya tertutupnya akses informasi serta pelayanan yang sangat tidak memuaskan dalam semua hal.

"Mereka datang ke hotel hanya untuk menanyakan siapa yang mau pulang ke daerah masing-masing. Padahal keluarga korban di sini makin stres gara-gara pesawat belum ditemukan. Sementara pihak Adam Air makin tak peduli," katanya.

Hal yang sama juga dikeluhkan oleh Fachry, salah seorang keluarga korban asal Gorontalo. Ia mengaku dibuat terkatung-katung oleh pihak Adam Air. "Saya berharap mereka mau memberikan informasi sedikit saja mengenai proses pencarian korban, tapi itu tidak kami dapatkan," kata dia.

Ia mengaku memperoleh informasi mengenai perkembangan terakhir mengenai pencarian pesawat melalui media massa dan sejumlah wartawan yang berada di Bandara Hasanudin, Makassar. "Pihak Adam Air jangan seperti itu. Mereka harus bisa memposisikan dirinya seperti halnya keluarga korban, yang hingga kini tidak bisa mengetahui nasib orang yang dicintainya." katanya.

Hingga saat ini tiga orang warga Gorontalo turut masuk dalam daftar korban hilangnya pesawat tersebut yaitu, Bram Tangahu (Kepala Dinas Kehutanan Kabupaten Bone Bolango)serta pasangan suami istri Rini Usman dan Bobi.

Sementara jumlah keluarga korban Bram Tangahu yang berada di Makassar sebanyak dua orang, sedangkan keluarga Rini-Bobi berjumlah empat orang yang saat ini masih menempati Hotel Transit yang disediakan oleh Adam Air untuk keluarga korban. (*/rsd)