Yussef Abdel Khader (23 tahun), Khalil Badawi (20 tahun), Ala Himran (20-an tahun), dan Jamal Jawela (29 tahun), adalah korban tewas akibat tembakan yang meletus sesudah lebih dari selusin jip dan sejumlah buldoser, didukung dua helikopter, masuk pusat kota itu.
Keempatnya tewas di rumah sakit akibat lukanya, kata dokter setempat. Tiga orang masih gawat di rumah sakit Ramalah.
Wanita jurubicara tentara Israel menyatakan pasukannya mengadakan penangkapan dan menahan "empat orang Palestina buron". Ia menolak memberikan rincian.
Serangan terjadi saat Perdana Menteri Israel Ehud Olmert menuju loka wisata Laut Merah Sharm el-Sheikh untuk merundingkan pembukaan kembali alur perdamaian Timur Tengah dengan Presiden Mesir Hosni Mubarak.
Pemerintah Palestina mengecam serangan itu, dengan menyebutnya memusnahkan kesempatan apa pun untuk memulai lagi alur mandek perdamaian antara Israel dan Palestina.
"Kami mengutuk keras serbuan hari ini di Ramalah," kata ketua perunding Palestina Saeb Erakat kepada kantor berita Prancis AFP, "Pihak Israel bertanggung jawab atas perusakan upaya untuk menenangkan keadaan."
Kendaraan tentara Israel merangsek masuk Alun-alun Manara, Ramalah tengah, sesaat sebelum pukul 21.00 WIB, dengan letusan senjata otomatik, yang mengguncang pusat kota itu, yang diwarnai hiasan Natal.
Dalam gerakan satu jam, jip hilir-mudik ke dan dari alun-alun Manara, saat buldoser menggusur mobil di jalan sekelilingnya dan asap tebal putih, hijau dan merah mengangkasa dari jalan itu.
Kaum muda melemparkan batu, tong sampah logam dan batu beton ke arah kendaraan tentara Israel dari atap gedung. Sekitar selusin batu bersarang di bagian belakang satu buldoser.
Dua orang luka diseret dari tempat itu oleh rekannya. Satu orang lari di jalan dengan melambaikan sepotong kain putih. Tentara Israel merunduk di dekat kendaraan dan menaikan senapan mereka. (*/rsd)