< >

31 Tahun Disekap Korut, Nelayan Korsel Berhasil Kabur

Jum'at, 05 Januari 2007 12:15
Kapanlagi.com - Seoran nelayan asal Korea Selatan Choi Uk-Il yang 31 tahun lalu diculik komunis Korea Utara, berhasil kabur ke Cina dan memohon pemulangan ke negerinya. Pria ini bersama hampir 500 warga Korea Selatan lainnya merupakan korban penculikan yang terjadi lebih dari 50 tahun.

"Saya ingin pulang secepatnya dan hidup bersama keluarga. Tolong bantu saya kembali ke tanah asalku," kata Choi (67 tahun) sebagaimana dikutip kantor berita Yonhap. Kantor berita tersebut mewawancarai dia di "suatu tempat" di Cina, tempat dugaan puluhan ribu pelarian Korea Utara bersembunyi.

Cina secara berkala mengembalikan mereka ke Korea Utara, tempat mereka mendapat hukuman penjara dan terkadang siksaan. Choi adalah satu dari 33 warga Korea Selatan, yang diculik Korea Utara ketika menangkap ikan di sekitar perbatasan laut kedua negara pada 1975. Satu orang kabur dan tahun lalu kembali ke negara asalnya.

Selama lebih dari 20 tahun, Choi tidak mendengar kabar tentang istri, tiga anak perempuan serta satu anak laki-lakinya, yang ada di Korea Selatan. Mereka ahirnya dapat saling berkirim surat secara gelap lewat kelompok Perwakilan Serikat Keluarga Korban Penculikan, yang menelusuri istri Choi.

Saat Choi memutuskan kabur, kelompok tersebut mengirim penolong setempat ke rumah Choi di Korea Utara, kata pemimpin kelompok tersebut, Choi Sung-Young, kepada AFP.

Mereka membantu Choi pergi ke Hyesan, kota perbatasan, pada 25 Desember. Kemudian, saat malam tiba, penolong dari Cina membantunya melintasi sungai perbatasan, yang membeku.

Choi Uk-Il bergabung kembali dengan istrinya pada 31 Desember di kota Yenji, Cina timurlaut. "Saya mengharapkan dikubur di kota asalku sejak mendengar kabar tentang keluarga saya di Korea Selatan pada 1998," katanya.

Istrinya, yang kembali ke Korea Selatan pada Rabu, mengirim petisi ke pemerintah agar membantu suaminya pulang. Pemerintah Seoul menerapkan pendekatan politik "matahari cerah" dengan Pyongyang dan tidak memberi tanggapan kepada umum mengenai masalah peka, yaitu penculikan.

Korea Selatan menyatakan 485 warganya diculik sejak perang Korea (1950-1953) berahir, selain terdapat 500 tahanan perang, yang tidak dikembalikan.

Korea Utara membantah tuduhan Korea Selatan, namun 38 tahanan perang berhasil kabur dan pulang ke negaranya. (*/rsd)


BERITA TERKAIT