TPA-Dayah-Bale Baut Aceh Dilengkapi Komputer
Kapanlagi.com - Direktorat Agama pada Badan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (BRR) Aceh-Nias menyalurkan 308 unit komputer lengkap dengan printer dan meja untuk dayah, balai pengajian (bale beut) dan Taman Pengajian Alquran (TPA) di Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam (NAD). Deputi Agama, Sosial dan Budaya BRR Aceh-Nias, T.Safir Iskandar Wijaya, kepada wartawan di Banda Aceh, Jumat, mengatakan, bantuan komputer itu digunakan oleh para santri, pengajar dan pengurus dayah dalam rangka peningkatan kapasitas lembaga pendidikan keagamaan di Aceh. Bantuan yang sama juga diberikan kepada lembaga-lembaga pemerintahan yang mengurus kehidupan keagamaan di Aceh, seperti Kantor Urusan Agama (KUA), Departemen Agama, Dinas Syariat Islam dan Majelis Permusyawaratn Ulama (MPU) Kabupaten Aceh Jaya. Bantuan komputer tersebut bersumber dari dana DIPA 2006 Satker Agama BRR. "Kami mengharapkan agar bantuan komputer itu betul-betul bermanfaat dan menjadi fasilitas pencerdasan umat," kata Safir yang juga dosen Pascasarjana IAIN Ar-Raniry Banda Aceh itu. Bantuan itu secara simbolis diserahkan oleh Safir di Dayah Al-Munawwarah Kuta Krueng, Ulee Gle, Kabupaten Pidie. Untuk Dayah Al-Munawwarah, Safir menyerahkan 3 unit komputer dan diterima langsung oleh pimpinan dayah, Teungku Haji Usman Kuta Krueng. "Komputer-komputer itu diperuntukan untuk kepentingan bersama dan menunjang kegiatan pendidikan, tidak untuk digunakan oleh individu," pesan Safir dalam acara serah terima di Dayah Al-Munawwarah. Sementara pimpinan dayah Tgk. H.Usman Kuta Krueng menyampaikan ucapan terima kasih atas perhatian yang diberikan Deputi Agama BRR. "Insya Allah kami akan menjaga amanah ini dalam upaya meningkatkan pendidikan dayah," kata Abu Usman. "Komputer sudah menjadi kebutuhan wajib bagi pengembangan pendidikan. Kita harapkan generasi kita ke depan tidak gagap teknologi, bila perlu mereka dapat mengakses jaringan internet setiap saat untuk menelusuri pengembangan ilmu dan dianalisa lebih dalam dengan nash-nash Agama Islam yang sangat universal," ucap Safir. Lebih lanjut Safir mengatakan, pihaknya juga sedang membangun labotarium komputer dan bahasa di salah satu dayah terbesar dan tertua di Kabupaten Bireun. "Kita menginginkan agar muncul dayah percontohan yang dapat ditiru oleh dayah-dayah salafiah yang ada di Aceh dalam rangka pemanfaatan teknologi yang kian berkembang. Insya Allah tahun ini laboratorium itu akan rampung dan siap digunakan," katanya lagi. Dalam waktu dekat, BRR juga berencana mengirimkan beberapa pengajar dayah untuk belajar di lembaga-lembaga penelitian yang telah maju di Jakarta," kata Safir Iskandar Wijaya. (*/rsd) |