"Tingkat pertumbuhan pendapatan memang lebih kecil dibanding tahun lalu sekitar 30. Karena pada tahun 2007 persaingan makin ketat," kata Dirut Telkomsel, Kiskenda Surihardja, di Jakarta, Jumat (05/01).
Ia menjelaskan, meskipun kompetisi di bisnis seluler semakin ketat namun optimis Telkomsel dapat melaluinya dengan signifikan, tanpa merinci pendapatan tahun 2006 karena masih menunggu penyelesaian laporan keuangan tahun buku 2006.
Selama 2006 pertumbuhan pelanggan Telkomsel mencapai 10 juta lebih, sedangkan pada 2007 diproyeksikan bertambah sekitar 8 juta, atau 50% dari prediksi pertumbuhan seluler di tanah air yang diprediksi mencapai 15-18 juta nomor.
Telkomsel sepanjang 2006 mengeluarkan biaya belanja barang modal (capex) sekitar US$1,5 miliar, atau sekitar Rp14 triliun, pada 2007 nilai capex juga hampir sekitar angka tersebut.
Hingga kini jumlah menara pemancar (BTS) Telkomsel mencapai 15.000 unit, sebanyak 5.000 unit merupakan penambahan pada 2006. Demikian dengan cakupan layanan, saat ini telah mencapai seluruh ibukota kecamatan di Jawa-Bali, Nusa Tenggara Barat, dan Sumatera.
"Pada 2007, cakupan juga diperluas ke ibukota kecamatan di seluruh Kalimantan, dan Sulawesi," kata Kiskenda.
Terkait rata-rata pendapatan per pelanggan (ARPU) Telkomsel pada 2007, ia mengatakan, diperkirakan pada level Rp86.000 per bulan per pelanggan, atau menurun sekitar 8% atau hampir sama dengan penurunan ARPU 2006. (*/lpk)