Staf Ahli Menteri Pertanian, Iskandar Andi Nuhung di Jakarta, Jumat menyatakan, revitalisasi pertanian bisa berhasil jika diikuti dan didukung revitalisasi sektor non pertanian.
"Revitalisasi pertanian harus secara simultan diikuti revitalisasi pembangunan sektor lain di luar pertanian," katanya.
Menurut Ketua Umum Masyarakat Agribisnis Indonesia (MAI) itu, sektor non pertanian yang perlu dilakukan revitalisasi guna mendukung sektor pertanian yakni sektor industri, pertanahan, infrastruktur, moneter dan fiskal maupun perdagangan.
Revitalisasi sektor industri, tambahnya, bisa dilakukan dengan mengembangkan industri yang mampu menyerap surplus tenaga kerja dari sektor pertanian.
Mengembangkan industri berbasis pertanian atau yang mengolah hasil-hasil pertanian dan industri yang menghasilkan alat dan mesin pertanian guna mendorong modernisasi pertanian.
Sedangkan revitalisasi sistem pertanahan yakni dengan menciptakan kebijakan yang memungkinkan petani memiliki areal pertanian yang layak untuk kesejahteraan petani, termasuk pengaturan sistem pemilikan lahan dan penetapan lahan pertanian abadi.
Untuk bidang infrastruktur, Andi Nuhung menyatakan, revitalisasi dilakukan untuk penguatan infrastruktur pertanian dan perdesaan terutama jalan desa, saluran irigasi, transportasi dan listrik.
Di bidang moneter dan fiskal diperlukan sumber pembiayaan yang jelas bagi pertanian, pembentukan lembaga keuangan pertanian dalam bentuk Bank Pertanian, keringanan suku bunga bank dan pajak untuk usaha pertanian.
Dia juga menyebutkan, di bidang investasi diperlukan insentif khusus untuk pertanian terutama investasi di daerah terpencil serta penciptaan prosedur investasi yang mudah, efisien dan cepat.
Sementara itu, tambahnya, revitalisasi di bidang perdagangan dengan menciptakan kebijakan perdagangan yang mendorong pembangunan pertanian seperti tarif bea masuk impor bagi produk yang dihasilkan secara besar-besaran seperti padi, jagung, kedelai, gula, dan ternak.
Selain itu juga kebijakan ekspor untuk mendorong peningkatan ekspor hasil-hasil pertanian, sistem informasi harga dan sebagainya.
"Untuk itu diperlukan konsep makro yang mendukung revitalisasi pertanian. Namun secara nasional belum ada konsep makro yang mendukugng revitalisasi pertanian," katanya. (*/lpk)