"Kita siap diaudit oleh pihak luar," kata Kiskenda, di Jakarta, Jumat.
Menjelang akhir tahun 2006, mulai hari Natal dilanjutkan Idul Adha serta memasuki Tahun Baru 2007, jaringan Telkomsel tidak berfungsi normal karena tidak sanggup menahan lonjakan lalu lintas suara (voice) maupun layanan pesan singkat (SMS).
Buntut dari kegagalan itu, layanan Telkomsel tidak maksimal dan banyak pelanggan yang merasa kecewa.
"Harus diakui, kegagalan ketika itu merupakan pelajaran bagi perusahaan. Sehingga dapat menjadi acuan untuk lebih siap terhadap berbagai kemungkinan adanya gangguan performa pada sistem jaringan," katanya.
Ia menjelaskan, lumpuhnya jaringan disebabkan adanya kelebihan muatan (overload) pada sub-system IN (Intelligent Network).
Meskipun demikian, Kiskenda tidak menyebutkan lebih rinci apakah akan mengajukan keluhan kepada perusahaan Siemens di Jerman selaku penyedia jaringan (vendor) untuk Telkomsel.
Ia juga tidak bersedia merinci besar potensi kerugian akibat gagalnya pengiriman layanan suara maupun SMS ketika itu.
Menurutnya, dalam setiap penyelenggaraan layanan Telkomsel telah melalui audit internal (pre operasional) meliputi test control, dan audit saat operasional yang dilakukan rutin harian, maupun bulanan.
Ia menyebutkan, dengan audit tersebut fungsi IN telah kembali normal dan layanan Telkomsel secara keseluruhan telah pulih sejak pukul 24.00 WITA untuk area dari Kalimantan ke arah timur.
Sedangkan area lainnya baru normal kembali pada pukul 24.00 WIB. Adapun seluruh sistem, termasuk sistem isi ulang, baru normal kembali pada 1 Januari 2007 pukul 01.00 WIB dinihari. (*/cax)