"Para TKI itu sempat hilang ingatan dan dirawat di RSJ Mataram, namun kini telah dipulangkan karena sudah mulai pulih," kata Direktur Eksekutif Yayasan Panca Karsa, NTB, Endang Susilawati di Mataram, Sabtu.
Dia menjelaskan, empat orang TKI yang hilang ingatan tersebut berasal dari Lombok Barat dan Lombok Tengah dan mereka sempat bekerja di Malaysia dan Arab Saudi. Selama bekerja di luar negeri para TKI yang gila tersebut menghadapi berbagai masalah seperti tindak kekerasan, pelecehan seksual dan gaji yang tidak dibayar.
Pihaknya telah melakukan protes baik ke Dinas Tenaga Kerja NTB maupun Departemen Tenaga Kerja dan Transmigrasi, namun belum ada tanggapan. Yayasan Panca Karsa merupakan salah satu Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) yang selalu memeprhatikan nasib TKI termasuk kaum perempuan.
"Cukup banyak permasalahan yang dihadapi oleh calon TKI yang belum berangkat maupun yang telah berada di luar negeri termasuk pengiriman paket mayat yang selalu diterima oleh NTB," katanya.
Sementara itu, Kepala Dinas Tenaga Kerja NTB, Drs. H. Sirojul Munir menyatakan, pihaknya sulit membendung minat masyarakat daerah itu untuk tetap ingin bekerja ke luar negeri. Dengan banyaknya kasus yang dihadapi para TKI seharusnya calon TKI atau masyarakat tidak mau mendaftar lagi sebagai TKI, tetapi nyatanya malah masyarakat yang mendaftar menjadi calon TKI semakin meningkat.
Hal itu terlihat di Kantor Imigrasi Mataram jumlah calon TKI yang memproses pembuatan paspor terus meningkat dan melayani dilaksanakan setiap hari hingga malam. "Rata-rata dalam setiap tahun NTB mengirim sekitar 30.000 orang calon TKI dengan tujuan terbesar Malaysia, Arab Saudi, Korea dan Hongkong," katanya. (*/rsd)