< >

Jusuf Kalla Jenguk Wiratno, Berdoa Lalu Beri Santunan

Sabtu, 06 Januari 2007 12:51
Kapanlagi.com - Dalam kunjungannya ke Surabaya, Wakil Presidel M Jusuf Kalla menyempatkan diri menjenguk nahkoda KM Senopati Nusantara Wiratno di RS TNI AL. Selain mengajak berbincang -bincang ringan, Kalla juga mendoakan supaya Wiratno lekas sembuh dan menyerahkan santunan.

Usai menjenguk, Jusuf Kalla mengatakan Wiratno secara fisik dalam keadaan sehat. Namun secara mental mungkin masih shock.

"Secara fisik oke, tetapi secara mental mungkin belum stabil karena sebagai manusia biasa yang bertanggung jawab terhadap keselamatan ratusan orang," kata Wapres M Jusuf Kalla kepada wartawan seusai menjenguk nahkoda KM Senopati Nusantara Wiratno di Paviliun I RS TNI AL Surabaya, Jatim, Sabtu.

Namun ketika ditanyakan apa dalam pertemuannya dengan nahkoda, Wapres sempat menanyakan kronologi kejadiannya, Wapres mengatakan tidak sampai membicarakan masalah tersebut.

Sementara mengenai tudingan pemerintah melakukan diskriminasi dalam pencarian korban KM Senopati dengan pencarian pesawat Adam Air, Wapres untuk kedua kalinya membantahnya.

"Tidak benar itu. Pemerintah tak lakukan diskriminasi, operasi ini (pencarian korban KM Senopati) lebih banyak. Tim ini melibatkan 16 kapal," kata Wapres sambil berjalan keluar RS TNI-AL.

Sebelumnya dalam pemaparan Pangarmatim Laksamana Muda Moekhlas disebutkan bahwa operasi kemanusian dalam rangka mencari korban tenggelamnya Kapal Motor Senopati Nusantara melihatkan 19 kapal, enam pesawat helikopter serta pesawat CN 235, Nomad dan Cassa.

"Jadi tidak benar kalau dikatakan pemerintah melakukan diskriminasi dalam pencarian korban KM Senopati dan Adam Air?," tanya Wapres yang dibenarkan oleh Pangarmatim.

Banyaknya kapal yang dikerahkan dalam pencarian korban KM Senopati ini menunjukkan betapa seriusnya pemerintah dalam usaha penyelamatan korban.

"Mungkin ini karena media massa lebih mementingkan kecelakaan udara daripada kecelakaan laut. Begitu juga media lebih mementingkan kecelakaan laut dibanding kecelakaan di darat," kata Wapres.

Dalam paparan Pangarmatim mengungkapkan bahwa dari 19 kapal yang dikerahkan sembilan di antaranya merupakan kapal TNI-Al (KRI).

Sampai tanggal 5 Januari 2007, operasi kemanusiaan tersebut telah berhasil menyelamatkan korban 241 orang dengan perincian 233 orang selamat dan delapan tewas.

Dengan demikian sampai saat ini masih terdapat 367 orang belum diketemukan. Menurut Dirjen Hubla Harijogi pada saat kejadian KM Senopati Nusantara mengangkut 628 orang terdiri 542 penumpang dan 57 ABK.

Hingga saat ini operasi kemanusiaan ini masih terus dilakukan dan saat ini pencarian korban difokuskan di sekitar perairan Bali. (*/rsd)