Kepala Kantor Wilayah BRI Manado, Thomson Hasoloan, Jumat di Manado, mengatakan, target pertumbuhan itu didasarkan makin baiknya ekonomi riil masyarakat ditandai pertumbuhan ekonomi dan sektor usaha ritel terus bergairah.
Selain itu, Loan to Deposit Ratio (LDR) BRI dalam beberapa tahun terakhir terus berada dikisaran 150%, memberi keyakinan kredit akan tumbuh lebih baik ketimbang penghimpunan Dana Pihak Ketiga (DPK).
Penurunan sukubunga BI, turut pula memberi andil terhadap ekspansi kredit tahun 2007, sehingga diperkirakan akan semakin prospektif dibandingkan tahun sebelumnya.
Dalam tahun 2006, BRI berhasil menghimpun DPK sebanyak Rp3,3 triliun, dari jumlah tersebut paling mendominasi jenis tabungan berkisar 45%, deposito berkisar 40% dan giro 15%.
Sedangkan kredit tersalur kemasyarakat berkisar Rp4 triliun, dari jumlah tersebut sebanyak 95% kepada sektor ritel berpagu kredit Rp100 juta hingga Rp5 miliar, sedangkan sektor menengah Rp5 miliar hingga Rp50 miliar hanya berkisar 5%.
Thomson mengatakan, meskipun BRI akan lakukan ekspansi kredit, tetapi tetap tidak mengabaikan prinsip kehati-hatian sebagaimana lazim dalam bisnis perbankan, guna menghindari terjadi kemacetan.
Account Officer akan melakukan analisi secara cermat terhadap permohonan kredit dan bila dianggap layak, maka BRI akan salurkan kredit tanpa membatasi hanya pada sektor tertentu.
"Non Performing Loan (NPL) BRI masih dibawah batas BI, akan terus dipertahankan dengan seleksi kredit ketat,"kata Thomson.
BRI sudah siapkan kebijakan restrukturisasi terhadap debitur yang punya kesulitan kembalikan kredit, asalkan penuhi syarat marketable dan kooperatif,kata Thomson.
Wilayah kerja Kantor Wilayah BRI Manado, meliputi Sulawesi Utara (Sulut), Gorontalo, Sulawesi Tengah dan Maluku Utara (Malut) (*/cax)