Pria, wanita dan anak-anak, dengan membawa bendera Irak dan foto Saddam, dan dalam beberapa kasus senjata juga, terlihat berbaris melalui jalanan Samarra, tempat mereka berkumpul di luar masjid Al-Askari.
Di tempat itu mereka meneriakkan semboyan yang memuji mantan presiden yang digantung pada 30 Desember karena kejahatan terhadap kemanusiaan tersebut, yang memicu protes di antara masyarakat Sunni dan kecaman dari para pemimpin internasional karena cara eksekusi itu dilakukan.
Kerumunan massa itu juga mengutuk pemerintah Irak sekarang ini, yang didominasi oleh orang Syiah.
Masjid Al-Askari -- salah satu masjid paling suci Islam Syiah -- dibom pada 22 Februari tahun lalu, yang diduga dilakukan oleh al-Qaida, yang memicu kekerasan sektarian yang telah menyebabkan ribuan orang tewas di seluruh negara itu.
Segera sesudah serangan itu, pasukan Irak dan AS menutup masjid di kota masyoritas Sunni di utara Baghdad tersebut dan meningkatkan keamanan di sekitarnya.
Hubungan antara Syiah dan Sunni memburuk setelah sebuah rekaman video HP muncul memperlihatkan Saddam, seorang Sunni, diejek dalam perjalanannya ke tiang gantungan. (*/cax)