"Fase emas tersebut merupakan masa terpenting bagi pembentukan pikiran dan otak anak, dan untuk itu harus menjadi perhatian yang besar dari orangtua," kata Dekan Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Padang (FIP UNP), Prof. Dr. Sofyarma M, di Padang, Senin.
Dia mengatakan hal tersebut, terkait maraknya fenomena kenakalan remaja dan terjadinya degradasi moral disebabkan minimnya perhatian orangtua pada usia balita tersebut.
"Pertumbuhan anak pada fase itu harus benar-benar diperhatikan agar mereka dapat mengembangkan pola fikir dan kepribadiannya secara optimal," katanya.
Menurut dia, orangtua terkadang mengabaikan fase pertumbuhan anak pada usia tersebut, padahal fase tersebut merupakan usia yang sangat penting bagi anak.
Anak pada usia tersebut memiliki kemampuan mengingat paling baik, dan perlu diarahkan secara benar, sekaligus masa pembentukan kepribadian pada anak.
"Sesuai ilmu kejiwaan dan psikolog anak, pada usia itulah fase awal pembentukan kepribadian anak, sehingga harus benar-benar diarahkan agar pertumbuhannya dapat berlangsung sempurna," katanya.
Salah satu cara yang bisa dilakukan adalah memberikan pendidikan yang sesuai dengan perkembangan jiwa dan kepribadian anak usia dini itu.
"Saat ini telah ada taman pendidikan anak, serta pendidikan bagi anak usia dini di berbagai daerah, namun kini belum ada guru khusus yang bertugas mengajar pada tingkat pendidikan itu," katanya.
Di Sumbar terdapat 31 unit taman pendidikan anak (TPA), 34 kelompok bermain (KB), dan TK sebanyak 1.586 unit, namun guru yang dihasilkan oleh perguruan tinggi belum mencukupi.
"Secara bertahap kita mencoba memenuhi kebutuhan ini dengan membuka program studi setingkat strata satu untuk memenuhi kebutuhan guru setingkat usia dini itu," katanya. (*/rsd)