< >

Irak Bersumpah Tindak Keras Milisi

Senin, 08 Januari 2007 11:22
Kapanlagi.com - Irak telah melancarkan tindakan keras terhadap milisi Sunni dan Syiah bersenjata untuk mengekang kekerasan sektarian yang meningkat di negara itu, penasehat keamanan nasional Mowaffak al-Rubaie mengatakan pada televisi AS, Minggu.

"Tentara Irak dan polisi Irak serta pemerintah Irak memiliki rencana yang sangat, sangat jelas untuk mencari siapa saja -- siapa saja, tanpa menghiraukan organisasi mereka -- dan untuk mencari orang yang muncul dengan senjata mereka di jalan," Rubaie mengatakan pada televisi CNN.

Ketika Presiden AS George W. Bush bersiap di Washington untuk mengungkapkan pekan ini rencana yang telah lama ditunggu untuk mencegah tergelincirnya Irak ke dalam kekacauan yang lebih dalam, Rubaie mengatakan upaya untuk membendung kekerasan sektarian telah berlangsung dan akan ditingkatkan dalam beberapa bulan yang akan datang.

"Kami memiliki rencana komprehensif penuh dan kami telah mulai melaksanakan rencana itu. Namun kami akan mempercepat proses itu pada tahun 2007 ini," katanya.

"Kami akan mencari kelompok bersenjata...tempat mereka memperlihatkan diri mereka dengan senjata mereka di jalan, apakah mereka itu Syiah atau Sunni," katanya.

"Apakah itu elemen radikal, kelompok bersenjata, Syiah atau Sunni, kami butawarna...ketika itu menjadi sektarian dan ketika itu menjadi kekerasan di negara ini," katanya.

Pernyataannya itu tiba satu hari setelah PM Irak Nuri al-Maliki mengumumkan rencana keamanan yang direvisi bagi Baghdad yang ditujukan untuk mengekang kekerasan gerilyawan dan sektarian yang meningkat di ibukota Irak tersebut.

Maliki mengatakan rencana itu akan memberikan kekerasan lagi pada pasukan Irak yang akan didukung tentara AS, tapi menawarkan beberapa rincian.

Rencana keamanan besar-besaran, Operasi Maju Bersama, telah berlangsung sejak Juni 2006 di Baghdad untuk mengamankan ibukota yang merupakan pusat gerilyawan dan kekerasan sektarian Irak.

Namun, meskipun ada rencana itu, lebih dari 100 orang tewas tiap hari di Baghdad, menuru hitungan PBB. (*/cax)