"Daerah yang berada di Kepulauan Riau itu rawan pencurian ikan karena berbatasan dengan laut luas dan memiliki kekayaan ikan sangat banyak," kata Taufik Harun, di Pontianak, Selasa.
Ia mengatakan, saat ini TNI-AL Pontianak hanya bertugas mengamankan kawasan sekitar pulau Kalimantan, itu pun sudah kewalahan akibat terlalu luas yang harus diamankan dengan jumlah kapal patroli yang masih terbatas.
"Untuk saat ini di wilayah perairan Kalbar cukup aman dari praktek illegal fishing., kalaupun ada maka volumenya juga menurun dari terdahulu. Itu bisa terjadi karena patroli rutin di kawasan laut Kalbar guna menekan pencurian ikan," katanya.
Ia menambahkan, biarpun lima titik rawan tersebut berada di luar kawasan patroli Pangkalan TNI AL Pontianak, tidak menutup kemungkinan apabila TNI-AL lemah melakukan pengawasan nelayan asing yang mencuri di luar kawasan Kalbar tersebut masuk, karena di alur laut Kalbar juga mempunyai kekayaan ikan yang banyak.
"Biasanya kalau nelayan melihat kondisi aman dari patroli, selain menjarah ikan di lima daerah itu mereka juga akan masuk di kawasan kita, seperti di daerah pulau Tanjung Datuk dan Pulau Kabung yang terletak di Kabupaten Ketapang," kata Taufik Harun.
Ia berharap, kalau ada nelayan yang melihat kapal asing yang mencurigakan melakukan aktifitas mencuri ikan di kawasan Kalbar, hendaknya segera melapor kepada TNI-AL, agar aktifitas pencurian ikan yang telah banyak merugikan negara dan masyarakat nelayan bisa ditekan seminimal mungkin.
Untuk meningkatkan pengawasan di bidang kelautan, ia menambahkan dalam waktu dekat di Kalbar akan dibangun Pangkalan Utama TNI AL (Lantamal) dan tiga Pos Angkatan laut (Posal) yang terletak pada tiga kawasan strategis.
Pembangunan Lantamal akan dilakukan di Kuala Mempawah, Kabupaten Pontianak yang merupakan pindahan dari Lantamal IV dari Tanjung Pinang, Batam.
Saat ini sedang mempersiapkan lahan pembangunan tiga Posal, di antaranya, di Kecamatan Paloh (Kabupaten Sambas), Kendawangan (Kabupaten Ketapang), dan Kuala Dua (Kabupaten Pontianak).
"Kami telah menginventarisir lahan pembangunan tiga Posal, sebelum dipindahkannya Lantamal IV dari Tanjung Pinang," jelasnya.
Untuk mewujudkan peningkatan status Lanal menjadi Lantamal, secara bertahap membangun Posal terlebih dahulu, serta mempersiapkan lahan yang akan dibangun Lantamal. Lantamal IV akan membawahi tiga Lanal, yaitu Lanal di Paloh (Sambas), Kendawangan (Ketapang), dan di Kota Pontianak. (*/rsd)