< >

Gara-Gara Pajak, Suvenir Oscar Jadi Lebih Ringan

Kamis, 11 Januari 2007 17:05
Kapanlagi.com - Tas berisi cenderamata untuk para pesohor yang mengambil bagian dalam acara penganugerahan Oscar kemungkinan akan lebih ringan, menyusul langkah yang diambil otoritas pajak atas berbagai hadiah tersebut.

Biasanya hadiah mewah untuk presenter acara penyerahan penghargaan seperti Piala Oscar dan Golden Globes antara lain berupa permata, telpon genggam dan liburan gratis.

Dinas Pajak Internal (IRS) AS, Rabu (10/01), mengumumkan persetujuan dengan Perhimpunan Pers Asing Hollywood (HFPA), yang akan menyerahkan penghargaan televisi dan film Golden Globe pada Senin mendatang, menyusul kampanye yang mengingatkan industri hiburan bahwa tas berisi barang mewah itu akan terkena pajak karena dianggap sebagai penghasilan.

Cenderamata yang diberikan panitia Golden Globe tahun lalu kepada para presenter meliputi tamasya ke Antartika dan cincin intan dan nilainya mencapai US$40.000. Trend pemberian cenderamata tersebut telah berlangsung dalam beberapa tahun belakangan ini.

HFPA menyatakan pihaknya telah sepakat untuk membayar pajak pada cenderamata hadiah itu untuk 2004, 2005 dan penerima pada 2006 harus membayar sendiri pajak cederamata yang mereka terima.

Penyelanggara Oscar telah mencapai kesepakatan serupa pada tahun lalu.

Baik Academy of Motion Picture Arts and Sciences, yang menganugerahkan Piala Oscar, maupun HFPA, secara diam-diam memutuskan pada sembilan bulan lalu untuk menghentikan praktek menyampaikan ucapan terima kasih dengan tas berisi hadiah mulai 2007.

"Kenyataan praktek tas hadiah ini berkembang demikian cepat lebih aneh ketimbang khayalan," ujar Komisioner IRS, Mark Everson, dalam pernyataannya, sebagaimana ditulis Reuters.

"Kami merasa senang Perhimpunan Pers Asing Hollywood bergerak maju untuk menyelesaikan masalah ini."

Apa yang dimulai pada 1989 sebagai hadiah sebagai ucapan terima kasih dari penyelenggara Oscar kepada para presenter Academy Awards yang tak dibayar itu berkembang menjadi industri bernilai jutaan dolar, dengan berbagai perusahaan menyerahkan produk mereka kepada para bintang musik, film dan televisi berharap akan memperoleh publisitas yang tak ternilai harganya. (*/rit)