Iwan menilai, keputusan hakim di Pengadilan Negeri bukan harga mati atau final. Demikian diungkapkan Iwan saat akan meninggalkan Pengadilan Negeri Jakarta, Kamis (11/1).
"Semuanya belum final. Kita bisa pakai jalur lain. Masih ada Pengadilan Tinggi dan Mahkamah Agung. Saya masih beracuan anak berhak memilih, tapi majelis yang akan memutuskan. Dan saya pastikan bahwa saya akan banding dan tak akan memberikan Bilqis. Sebelum sampai final, saya tidak akan berhenti," tegas Iwan.
Iwan sangat menyayangkan sikap hakim yang memenangkan Five V. Ia menilai Five V bukanlah ibu yang tepat bagi Bilqis.
"Saya sebenarnya maunya terbaik buat anak saya. Saya memang bukan orang yang baik, tetapi untuk anak, saya akan melakukan yang terbaik. Kalau Five V, kita tahu kualitas dia," ungkapnya.
Iwan menyorot lifestyle Five V yang glamour, sehingga membuatnya tak yakin bahwa mantan istrinya itu bisa mengurus Bilqis dengan baik. Tingkah laku Five V yang dinilainya selalu membuat intrik di berbagai media, sering membuat Iwan meradang.
"Kita paham dia sepenuhnya, kalau dia mau datang dengan cara baik-baik, sebenarnya kita terima," kata Iwan lagi.
Iwan juga mengungkapkan, tidak pernah dia melarang Five untuk ketemu Bilqis.
"Kita satu keluarga menyilahkan Five V, tapi dia selalu mendoktrin anak sekecil itu melalui media. Lagian, Bilqis tidak pernah menanyakan ibunya, kecuali kalau dia muncul di TV. Kan, kasihan," pungkas Iwan dengan nada gusar. (kl/wwn)









