< >

Indonesia Peringkat 1 Dalam Jumlah Korban Flu Burung

Sabtu, 13 Januari 2007 21:12
Kapanlagi.com - Jumlah korban meninggal akibat flu burung di Indonesia sepanjang Juli 2005 sampai Januari 2007 tercatat 61 orang menyusul meninggalnya dua pasien flu burung di RS Persahabatan, Ny Aa (22) dan Ny Z (27). Dengan jumlah ini Indonesia menduduki rangking satu di dunia dalam jumlah korban meninggal akibat flu burung .

"Sedangkan kasus positif flu burung sendiri sebanyak 79 orang dan yang meninggal sebanyak 61 orang," kata Direktur Jenderal Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan Departemen Kesehatan (Depkes), I Nyoman Kandun, dalam acara jumpa pers di RS Persahabatan, Jakarta Timur, Sabtu.

Menurut dia, faktor tingginya penularan virus flu burung dari unggas ke manusia itu, terjadi akibat pola hidup masyarakat yang memelihara unggas di dekat rumahnya. Padahal pemeliharaan seperti itu, harus dihindarkan guna mencegah penularan virus flu burung ke manusia.

Sedangkan upaya yang terus dilakukan dalam menghadapi penyakit tersebut oleh pemerintah, yakni, mencegah virus kehadiran virus tersebut, membuat bio security, surveillance , manajemen khusus yang dilakukan RS yang ditunjuk sebagai rujukan penanganan kasus flu burung, dan memberikan pemahaman kepada masyarakat terkait pencegahan kehadiran virus flu burung.

Disamping itu, ia mengatakan kasus flu burung di RS Persahabatan, merupakan, cluster (penularan virus H5N1 antar manusia dalam lingkup keluarga) yang ke-10, karena A (18) dinyatakan positif flu burung, A tersebut merupakan anak dari Ny R (37) pasien positif flu burung yang meninggal pada Kamis (11/1) lalu.

"Kasus A pasien flu burung di RS Persahabatan merupakan cluster baru yang ke-10," katanya.

Sementara itu, Ketua Tim Penanggulangan Penyakit Flu Burung RS Persahabatan, Dr Muchtar Ikhsan, mengatakan, tips sederhana untuk mencegah masyarakat terkena penyakit itu, seperti, membiasakan mencuci tangan dan jangan mencoba-coba menyentuh unggas yang mati.

"Pola hidup yang sehat di masyarakat tersebut, akan mencegah terkenanya penyakit itu," katanya.

Sedangkan gejala terkena virus flu burung itu sendiri, hampir sama dengan flu biasa, yaitu, mengalami kondisi tubuh panas, gangguan saluran pernafasan, batuk-batuk dan pilek. Secara umum, kata dia, mereka juga merasakan nyeri di otot dan diare.

"Jika mengalami penurunan kondisi kesehatan yang cepat, maka masyarakat harus mencurigainya dan segera memeriksakan kesehatan ke rumah sakit (RS). Terlebih lagi, jika mereka memiliki riwayat kontak dengan unggas," katanya. (*/rsd)