"Saya tegaskan bahwa hingga saat ini tidak ada penularan virus flu burung dari manusia ke manusia," katanya di sela-sela kunjungannya ke sejumlah rumah sakit di Surabaya bersama Wakil Presiden Jusuf Kalla, di Surabaya, Sabtu.
Jika itu terjadi, lanjut dia, maka para dokter dan perawat yang saat ini merawat pasien flu burung pasti juga terkena dampak virus flu burung itu.
Menurut dia, kasus flu burung yang kembali marak pada awal 2007 masih berasal dari virus yang terdapat pada unggas yang dipelihara warga di wilayah pemukiman.
Terkait maraknya kasus flu burung, ia mengatakan, pemerintah bekerjasama dengan pemerintah daerah untuk memusnahkan unggas-unggas peliharaan warga di wilayah pemukiman penduduk.
Pemusnahan itu terutama dilakukan terhadap unggas yang berada pada radius sekitar satu kilometer dari wilayah yang positif terinveksi virus flu burung.
Memasuki 2007, kasus positif flu burung kian marak. Sejak flu burung merebak di negeri ini, lebih dari 75 persen penderitanya meninggal. Sejak Juni 2005, tercatat 77 orang dinyatakan positif flu burung, dengan 61 orang meninggal.
Kasus flu burung terbanyak terjadi di Provinsi Jawa Barat. Sejak Juni 2005, tercatat 25 orang yang terinfeksi virus flu burung dan positif menderita flu burung. Dari jumlah ini, 20 orang di antaranya meninggal.
Di tempat kedua adalah Provinsi DKI Jakarta. Sejak Juni 2005, tercatat 20 orang positif terjangkit virus flu burung dan 18 orang di antaranya meninggal.
Sementara, Provinsi Banten menempati urutan ketiga. Hingga saat ini, tercatat sudah 10 orang positif flu burung dan semuanya meninggal.
Tingginya angka kematian akibat visrus flu burung, umumnya dikarenakan korban terlambat ditangani. Sementara virus flu burung menyerang tubuh manusia dengan cepat dan hingga kini belum ada obatnya. (*/rit)