Pemerintah lokal memobilisasi sekitar 150 pekerja untuk memusnahkan seluruh unggas di peternakan di kota Kiyotake, termasuk sekitar 3.800 eko ayam yang telah mati, sesuai undang undang untuk mencegah penularan penyakit pada hewan ternak.
Ayam-ayam tersebut, yang akan dimatikan dengan gas karbon dioksida, akan dimasukkan ke dalam karung dan dibakar sampai menjadi abu, sementara peternakan tersebut akan dibersihkan dan didesinfektan. Pekerjaan itu akan berakhir kira-kira dalam tiga hari.
Pemerintah prefektural merencanakan inspeksi di tempat di 16 peternakan ayam lain yang terletak dalam radius 10 kilometer dari peternakan yang dimaksud untuk mencek apakah ada tanda-tanda penyebaran avian influenza.
Kementerian Pertanian, Kehutanan dan Perikanan mengatakan Sabtu penyebab kematian sejumlah besar ayam di peternakan tersebut sudah dipastikan adalah avian influenza.
Pemerintah prefektural Miyazaki pada hari yang sama mengumumkan bahwa jenis virus flu burung sudah diidentifikasi sebagai H5. Institut Kesehatan Hewan Nasional di Tsukuba, Ibaraki Prefecture, sedang menguji untuk menentukan apakah virus tersebut turunan H5N1 yang ganas. (*/rit)