Menurut Kepala Dinas Perhubungan dan Pariwisata (Dishubpar) Kabupaten Malang, Purnadi, Senin, untuk sementara waktu, penerbangan jalur pendek Malang-Surabaya hanya satu kali flight sehari, karena sampai saat ini baru Sriwijaya Air yang mengajukan.
"Melihat kondisi lalu lintas Malang-Surabaya yang semakin sulit, kami mencari alternatif yang paling memungkinkan yakni penerbangan jarak pendek dan kebetulan Sriwijaya Air juga mau setelah melakukan studi market," katanya ketika dihubungi di Malang.
Dikatakannya, setelah dilakukan uji coba penerbangan bebebrapa waktu lalu, jarak tempuh penerbangan Malang-Surabaya diperkirakan hanya 15 menit.
Sebelum Sriwijaya Air menyeriusi penerbangan jalur pendek Malang-Surabaya, katanya, ada tiga maskapai yang mengajukan untuk menerbangi jalur tersebut yakni Merpati Air, Riau Air dan Susi Air, namun yang merealisasikan justru Sriwijaya Air.
Sementara itu distrik manager Sriwijaya Air Malang M Yusri mengakui, jalur penerbangan Malang-Surabaya akan diawali, Kamis (18/1) melalui Bandara Abd.Saleh jam 09.10 dan tiba di Bandara Juanda sekitar pukul 09.40 WIB, dari Surabaya berangkat jam 10.00 WIB tiba di Malang jam 10.30 WIB.
Dikatakannya, lebih dari 20 % penumpang dari Malang dengan tujuan Surabaya akan melanjutkan perjalannya ke Bandara Sepinggan-Balikpapan sehingga pihaknya sekalian membidik penumpang tersebut.
Menurut Yusri, jenis pesawat yang bakal menerbangi Malang-Surabaya adalah Boing 737-200 dengan kapasitas 125 seat dengan harga tiket Rp200 ribu per seat.
Selain membuka jalur penerbangan baru Malang-Surabaya, Sriwijaya Air juga membidik jalur Malang-Balikpapan lewat Surabaya yang berangkat dari Malang jam 09.10 WIB tiba di Balikpapan jam 12.40 WITA.
Sementara penerbangan reguler Sriwijaya AIr dari Malang Jakarta berangkat pukul 11.00 dan 14.55 WIB dan dari Jakarta ke Malang pukul 07.15 dan 13.00 WIB. (*/rsd)