Menurut investigator senior dari KNKT, Joseph Tumenggung, di Bandara Hasanuddin Makassar, Senin (15/1), spekulasi yang terjadi beberapa hari ini soal penyebab kecelakaan pesawat Adam Air yang hilang sejak Senin (1/1) itu telah membuat keluarga korban menjadi resah.
"Saya belum bisa mengatakan apa-apa mengenai kecelakaan pesawat Adam Air itu karena belum melihat faktanya termasuk apakah pesawat itu meledak di udara atau bagaimana," ujar Joseph.
Ia mengatakan, fakta yang ada saat ini baru sebatas serpihan-serpihan yang ditemukan masyarakat yang diduga merupakan bagian dari pesawat Adam Air nomor penerbangan KI 574 rute Surabaya-Menado.
Serpihan-serpihan itu belum bisa memberi petunjuk apa-apa soal penyebab jatuhnya pesawat, apalagi badan pesawat termasuk 'black box' yang diharapkan bisa mengungkap penyebab insiden pesawat tersebut belum juga ditemukan.
"Saya sebagai orang ahli investigasi belum bisa memberikan kejelasan apa-apa sebelum semuanya dianalisis untuk mengetahui kepastian kecelakaan pesawat itu," jelasnya, seraya melanjutkan bahwa munculnya berbagai spekulasi mengenai penyebab kecelakaan tersebut berdasarkan pada praduga-praduga yang tidak melalui penelitian.
"Kasihan dong keluarga korban bila muncul berbagai spekulasi tentang penyebab kecelakaan pesawat itu," jelasnya seraya menuding bahwa orang yang mengeluarkan pernyataan mengenai penyebab insiden ini adalah ulah mereka yang tidak ahli di bidangnya.
"Mereka yang asal ngomong itu bukan ahlinya dalam melakukan investigasi mengenai faktor-faktor penyebab jatuhnya pesawat," katanya.
Hingga saat ini, lanjut Joseph, pihaknya belum tahu sampai kapan misteri hilangnya pesawat Boeing 737-400 milik Adam Air ini akan tersingkap karena black box belum juga ditemukan termasuk dengan tubuh pesawat.
"Bila 'black-box' dan badan pesawat belum ditemukan, pihaknya tidak akan bisa menargetkan batas waktu penyelidikan atas penyebab jatuhnya pesawat itu," katanya dan menambahkan, pada umumnya bila semua data pendukung termasuk badan pesawatnya sudah ada, proses analisa bisa diselesaikan dalam waktu tiga bulan.
Sementara itu, dari Manado dilaporkan, sejumlah keluarga korban Adam Air meminta pemerintah membentuk posko informasi agar tidak ada penyebaran berita salah dan membingungkan bahkan meresahkan mereka.
"Posko informasi sangat bermanfaat untuk memberikan keterangan akurat dari pencarian pesawat Adam Air, itu hanya bisa dilakukan oleh pemerintah," ujar Umar Masloman ketika berdialog dengan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, di Hotel Ritzy Manado, Minggu (14/1).
Selama ini, katanya, pemberitaan sejumlah media tentang pencarian pesawat tidak terarah dan membuat keluarga korban serta masyarakat umumnya kebingungan.
Pesawat Boeing 737-400 Adam Air dengan nomor penerbangan KI 574 yang membawa 102 penumpang dan awaknya, hilang saat dalam penerbangan dari Surabay ke Manado pada hari Senin petang saat seluruh dunia sedang merayakan tahun baru 1 Januari 2007. (*/bun)