< >

Kalbar, 'Provinsi Prioritas' Pertumbuhan HIV/AIDS

Selasa, 16 Januari 2007 06:14
Kapanlagi.com - Ketua Harian Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Kota Pontianak, Tony Heriyanto, menyatakan, Kalimantan Barat (Kalbar) merupakan 'provinsi prioritas' Human Immunodeficiency Virus (HIV), karena termasuk paling cepat perkembangan penyebarannya di antara provinsi lain seluruh Indonesia.

"Provinsi prioritas maksudnya, suatu provinsi yang memiliki sub populasi dengan prevalensi HIV/AIDS lebih dari 5%, dan diperkirakan setiap bulan bahkan setiap harinya terdapat infeksi baru," ujar Tony Heriyanto saat membuka Pelatihan Jurnalistik dalam rangka pencegahan HIV/AIDS di Kota Pontianak, Senin (15/1).

Ia mengatakan, untuk seluruh Indonesia jumlah penderita HIV/AIDS sebanyak 11.604 kasus, dari jumlah tersebut, 1.004 kasus ditemukan berada di Kalbar per September 2006. "Berarti sekitar 10% lebih penderita HIV/AIDS tersebar di Kalbar," ungkapnya.

Dari data terakhir yang diperoleh KPA Kota Pontianak melalui Dinas Kesehatan Kalbar, tercatat sebanyak 474 jumlah penderita HIV/AIDS untuk Kota Pontianak saja yang terdiri dari 364 HIV positif dan 110 AIDS.

"Tetapi angka itu bukanlah angka yang sebenarnya. Dapat dipastikan angka yang sebenarnya lebih besar, ibarat fenomena gunung es yang tampak hanya bagian atasnya saja, tapi bagian dalam sudah sangat menggerogoti," katanya.

Ia menjelaskan, ada tiga jalur utama penyebaran HIV/AIDS di Kalbar, di antaranya, heteroseksual (hubungan seks yang sangat berisiko) sebanyak 423%, homoseksual (hubungan seks lawan jenis) 11%, dan menggunakan jarum suntik 185%.

Di antaranya yang sangat rentan tertular HIV/AIDS, laki-laki yang senang gonta-ganti pasangan yang berisiko, pekerja seks perempuan, pekerja seks waria, homoseksual, pengguna narkoba jarum suntik, dan narapidana.

Tony Heriyanto menjelaskan dalam jumlah populasi sebanyak 500.000 orang, dari jumlah itu yang berprofesi sebagai Pekerja Seks Komersial (PSK) 819-1.270 dengan prevalensi 3,7-5,6%, maka diprediksi ada sekitar 75 PSK positif HIV. Jika jumlah pelanggan sekitar 13.648-15.870 laki-laki dengan prevalensi 0,7-1,1%, maka sebanyak 79 laki-laki tertular HIV.

Selanjutnya 35-70% dengan prediksi 840 orang pengguna narkoba suntik yang HIV positif dengan jumlah pengguna narkoba jarum suntik sekitar 1.200-2.000 orang, dan fakta membuktikan dari 10 pengguna narkoba jarum suntik 5 orang HIV positif.

Dari prediksi 1.045 PSK HIV positif dengan asumsi 200 orang masih aktif bekerja, dalam sehari melayani tamu 2 orang laki-laki tanpa kondom dan sebulan 20 hari kerja, maka jika sebulan sekitar 400 laki-laki yang dilayani tanpa kondom, maka 200 PSK X 2 laki-laki tanpa kondom X 20 hari kerja, sama dengan 8.000 penularan HIV per bulannya.

Jika diasumsikan dari 8.000 penularan per bulan dengan sebagian laki-laki sama maka diperoleh 4.000 laki-laki HIV positif. Dari jumlah itu, sekitar 2.000 sudah menikah, dan memiliki seorang istri, artinya 2.000 perempuan yang tidak tahu-menahu ikut tertular.

Jika sebagian dari jumlah itu adalah wanita hamil, ada sekitar 1.000 bayi tanpa dosa terancam tertular HIV positif sejak dalam masa kandungan, jelas Ketua Harian KPA Kota Pontianak, Tony Heriyanto. (*/bun)


BERITA TERKAIT